Skip to main content

Loyalis Seto Angkat Bicara, Demo Mahasiswa Depan Rujab Ditunggangi?

Demo mahasiswa
Aksi unjuk rasa gerakan mahasiswa bersatu di depan Rujab Bupati Sinjai, Jumat (20/9/2019). (KABAR.NEWS/Syarif)

KABAR.NEWS, Sinjai - Aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Bersatu (Germab) di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai Jalan Persatuan Raya, Jumat kemarin, nyaris kembali dibubarkan paksa oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Loyalis Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa.

 

Jenderal Lapangan (Jendlap) aksi Germab, Nurlina, sangat menyayangkan sikap dan tindakan yang dilakulan oleh loyalis Bupati Sinjai yang saat itu berada di rujab.

 

"Kami hanya menyampaikan tuntutan dengan memprotes kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan kami ingin bertemu Bupati Sinjai dan meminta dukungan dan menyatakan sikap untuk menolak kenaikan Iuran BPJS kesehatan ini," ungkapnya.

 

"Tiba-tiba kedatangan kami sudah dihadang puluhan masyarakat yang pasang badan di pintu masuk Rujab yang kami tidak diketahui dari mana asalnya, tidak lama kemudian kami dipaksa untuk bubar oleh masyarakat yang begitu seram penampilannya, dengan nada mengancam," jelasnya, via telpon.

 

Sebaliknya, pihak yang menyebut dirinya loyalis Andi Seto juga sangat menyayangkan sikap demonstran Germab yang dalam beberapa hari terakhir menduduki Rujab Bupati. Menurut mereka, unjuk rasa mahasiswa atau masyarakat umum tak harus dilakukan di depan Rujah Bupati. 

 

"Kan kalau mau menyampaikan aspirasi bisa ke DPRD, bisa ke kantor Bupati," kata Ihwan Usman, pria yang mengaku loyalis Seto kepada KABAR.NEWS Sabtu (21/9/2019).

 

Ditanya mengenai aksi premanisme terhadap peserta unras Germab, Ihwan menanggapi bahwa dirinya bukanlah preman, apalagi disebut preman suruhan Seto.

 

"Kami hanya loyalis Bupati Sinjai, dan sudah beberapa kali kami sampaikan kepada adik-adik Mahasiswa bahwa Bupati Sinjai tidak ada di tempat (Rujab, re) namun mereka tetap ngotot untuk ketemu Bupati Andi Seto Gadhista Asapa dan membakar beberapa ban bekas, sehingga hal itulah kami anggap memancing emosi kami yang saat itu berada di Rujab," katanya.

 

Ihwan menilai, unjuk rasa mahasiswa Sinjai tersebut di depan rujab tak murni lagi menyampaikan aspirasi masyarakat.

 

"Kami khwatir kalau mereka ditunggangi oleh kepentingan pribadi yang selalu mengatasnamakan rakyat. Dan sepertinya ada upaya dari orang yang tidak bertanggung jawab mencoba bermain untuk merongrong wibawa pemerintah dalam hal ini Bupati Sinjai," pungkasnya.

 

Polisi Diminta Tertibkan 

 

Ketua Bidang Hikmah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemuda Muhammadiyah Sinjai,  Abdul Salam Amsar, sangat menyangkan peristiwa pengusiran ala preman terhadap mahasiswa yang berdemo di depan Rujab Bupati Sinjai.

 

"Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan terhadap mahasiswa atau pun kelompok masyarakat yang mengadakan aksi simpatik untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang berkaitan dengan tata kelola wilayah, uang dan rakyat di Kabupaten Sinjai," tegasnya.

 

Abdul Salam menyarankan kepada kepolisian agar menyelidiki insiden kekerasan terhadap demo mahasiswa di depan Rujab Bupati Sinjai. Dia juga meminta Pemkab Sinjai bisa menanggapi setiap aksi demonstrasi secara bijak.

 

"Kami mengutuk tindakan Premanisme dan kekerasan dan mengajak aparat keamanan untuk tidak melakukan pembiaran atau tindakan tersebut," tegasnya.


Syarif/B

 

loading...