Skip to main content

Lima Tips Amankan Data Digital Anda dari Serangan Peretas

Lima Tips Amankan Data Digital Anda dari Serangan Peretas
Ilustrasi keamanan cyber. (INT)

KABAR.NEWS - Kasus kebocoran data pribadi pengguna internet dari tahun diprediksi semakin meningkat. Para pakar keamanan cyber dan pakar teknologi menyebut peretasan data pribadi disebabkan berbagai faktor.



Penyebab tersebut kerap biasanya dianggap sesuatu hal yang sepele, seperti kata sandi akun media sosial yang kurang aman, hingga keseringan berselansar bebas di media sosial.


Berikut ini beberapa tips agar data digital Anda tetap aman, baik yang data di perangkat smart phone Anda maupun di komputer pribadi:


1. Perhatikan Koneksi Internet Anda


Ilmuwan dan pakar keamanan cyber yang tergabung dalam ESET menyebut salah satu celah masuknya para penyunsup ke data digital seseorang adalah melalui koneksi internet yang tidak aman.


Dilansir dari We Live Security yang dikelola ESET, salah satu celah peretas akun internet Anda adalah hotspot Wi-Fi yang tidak dilindungi dengan kata sandi. Wi-Fi gratis misalnya, memungkinkan peretas mencuri data pribadi.


Ilmuwan ini menyarankan, setiap pengguna internet harus memastikan koneksi dan kunjungan ke situs web HTTPS yang terenkripsi. Sebab, situs dengan yang tidak dienkripsi memungkinkan serangan cyber Man-in-the-Middle (MiTM) untuk mengendus semua lalu lintas web dan mencuri informasi.


2. Jangan Mendownload Aplikasi dari pihak Ketiga


Salah satu celah masuknya pencuri data digital adalah melalui aplikasi pihak ketiga. Disarankan, ketika Anda hendak mengunduh suatu aplikasi, sebaiknya melalui situs resmi seperti di Google Play Stoore untuk Android dan Apple Store untuk pengguna iPhone.


Setiap mengunduh aplikasi pada smartphone dan atau komputer pribadi Anda, sebaiknya terlebih dulu memperhatikan sertifikat keamanan aplikasi tersebut.


Bahkan bukan hanya aplikasi dari pihak ketiga, penyedia aplikasi dari toko resmi kerap disusupi aplikasi yang tidak aman. 


Seperti yang diungkap Ilmuwan ESET pada Oktober 2018, menemukan sedikitnya 29 aplikasi yang disusupi virus Trojan pada Google Play Store. Aplikasi-aplikasi ini "menyamar" sebagai penghemat baterai, ramalan zodiak dan pembersih perangkat.


3. Gunakan Kata Sandi Berbeda


Jika Anda menggunakan kata sandi yang sama pada aplikasi atau media sosial yang berbeda, maka sebaiknya merubah kebiasan tersebut.


Sebab ancaman terbesar terhadap keamanan kata sandi bukan lagi kekuatan kata sandi Anda, tetapi menggunakan kembali kata sandi yang sama untuk semua, atau banyak, dari akun mereka. 


Menurut  CEO SplashData, Morgan Slain, banyaknya jumlah akun internet yang diretas setiap tahunnya disebabkan kata sandi yang sama digunakan pada akun atau aplikasi yang berbeda.


Dilansir dari The Next Web, para peneliti menyarankan lebih aman untuk menggunakan kata sandi yang  berbeda, terutama untuk akun Anda yang paling berharga.


Anda dapat menggunakan perangkat lunak pengelola kata sandi. Atau, gunakan metode berteknologi rendah asli yaitu menuliskan kata sandi Anda di atas kertas. Percaya atau tidak, jauh lebih aman untuk menuliskannya daripada menggunakan kembali kata sandi yang sama di mana-mana. 


4. Nyalakan otentikasi multi-faktor


Menambahkan langkah tambahan untuk masuk ke media sosial, email, dan akun keuangan Anda yang paling penting dapat menambah banyak perlindungan. 


Sistem otentikasi multi-faktor akan bekerja dengan mengirimi Anda kode enam digit untuk mengetik sebagai bagian dari proses login Anda. 

 

Meski beberapa pakar keamanan cyber menyebut otentikasi multi-faktor atau dua faktor masih rentan diretas,tapi setidaknya lebih daripada tidak sama sekali, pesan teks dapat dengan mudah dicegat atau dimata-matai.

 

Atau tambahkan metode yang bahkan lebih aman adalah menggunakan aplikasi penghasil kode khusus di ponsel Anda.


5. Hapus aplikasi yang tidak Anda gunakan


Aplikasi telepon pintar melacak posisi Anda sangat dekat, dan berbagi data lokasi Anda dengan perusahaan periklanan dan pemasaran, menurut sebuah laporan yang diterbitkan New York Times. 


Hanya membawa telepon di saku Anda dapat memberikan petunjuk perusahaan pelacakan ke mana Anda pergi dan berapa lama Anda tinggal, dan rincian teknis tentang ponsel Anda dapat menawarkan petunjuk untuk identitas Anda.

 

Jika Anda tidak lagi menggunakan aplikasi, hapus instalannya dari telepon Anda. Jika Anda membutuhkannya lagi, Anda selalu dapat menginstalnya kembali dengan cepat - tetapi sementara itu, itu tidak akan melacak Anda di seluruh dunia dan di seluruh web.