Lima Juta Pelaku UMKM Cari Pinjaman ke Rentenir

sebanyak 18 juta pelaku UMKM tidak terlayani sama sekali

Lima Juta Pelaku UMKM Cari Pinjaman ke Rentenir
Ilustrasi pelaku UMKM mencari pinjaman ke rentenir.Int






KABAR.NEWS,Jakarta--Sebanyak 57 juta pelaku UMKM membutuhkan modal,30 juta di antaranya tidak tersentuh lembaga pembiayaan formal. Sementara ada lima juta di antaranya masih mengandalkan jasa rentenir untuk memenuhi kebutuhan modal usaha.

Angka tersebut berdasarkan hasil survei PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dilakukan perseroan pada 2018 lalu.“Pelaku UMKM mencari modal ke rentenir masih lima juta, jumlahnya cukup tinggi bagi kelas ultra mikro,” kata Direktur Utama BRI Sunarso, dikutip di laman Republika.com, Rabu(3/2/2021).
.
Selain itu, survei tersebut juga menemukan hanya 15 juta pelaku UMKM yang memiliki akses pendanaan formal. Sedangkan tujuh juta pelaku UMKM mengandalkan pinjaman dari sanak keluarga.

Kemudian, sebanyak 18 juta pelaku UMKM tidak terlayani sama sekali. Maka itu perseroan berupaya fokus membiayai pelaku UMKM yang tidak tersentuh lembaga pendanaan formal.

“Sekitar tujuh juta pinjaman ke kerabat dan sebanyak 18 juta tidak terlayani oleh yang formal atau non formal. Inilah yang menjadi sasaran kami ke depan,” ucapnya.

Sunarso menyebut, setelah berhasil menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM yang tidak memiliki akses sama sekali, perseroan akan membidik pelayanan kepada masyarakat yang masih menggunakan jasa rentenir.

Dalam mengambil alih pangsa rentenir, perseroan akan memberikan akses pembiayaan cepat, mudah dengan bunga lebih murah.

“Sejalan dengan target BRI kami menyalurkan 85 persen dari total pembiayaannya untuk pelaku UMKM pada 2023 mendatang. Saat ini, porsi pembiayaan BRI bagi UMKM sebesar 82,13 persen dari total pembiayaan perseroan,'' jelasnya. Ia menambahkan, ke depan, BRI akan lebih fokus ke UMKM. Jadi, UMKM bisa sekitar 85 persen direncanakan sampai 2023-2024.(*)