Lima Hari Cuti Bersama 2021 yang Ditiadakan Pemerintah

Dipangkas jadi 2 hari

Lima Hari Cuti Bersama 2021 yang Ditiadakan Pemerintah
Ilustrasi Kalender tahun 2021. (Unspalsh/behi_studio)












KABAR.NEWS, Jakarta - Pemerintah resmi menghapus lima hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 untuk para pekerja. Kebijakan tersebut ditetapkan dalam surat keputusan bersama tiga menteri dan diumumkan pada Senin (22/2/2021).


Tiga kementerian yang meneken surat penghapusan tersebut adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, yang membawahi tiga kementerian tersebut, mengatakan, libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 dipangkas menjadi dua hari.


“Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari saja” ujar Muhadjir dalam Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko PMK, pada Senin.


Melansir laman Setkab.go.id, cuti bersama tahun 2021 yang dipangkas sebanyak 5 hari, yakni 12 Maret Cuti Bersama dalam rangka Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Kemudian 17, 18, 19 Mei: Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.


Dan terakhir adalah hari tanggal 27 Desember Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Natal 2021. Pemangkasan ini tak lain karena pandemi Covid-19. Sementara cuti bersama yang tetap yakni pada  12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021. 


Pertimbangan mengapa masih diberikan satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri dan satu hari menjelang Natal, agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat.


“Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya,” imbuh Muhadjir.


Lebih lanjut Menko PMK menjelaskan beberapa alasan pengurangan libur, yakni kurva peningkatan Covid-19 belum melandai meski berbagai upaya sudah dilakukan. 


Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu program vaksinasi sedang berjalan.


“Oleh karena itu, Pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat,” tuturnya.