Skip to main content

Lewat Jalur Udara, 500 Gram Sabu Diselundupkan ke Makassar

Lewat Maskapai Penerbangan, 500 Gram Sabu Diselundupkan ke Makassar
Kasubdit IV, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel, Kompol Supriyanto, saat konferensi pers di Posko Resmob Polda Sulsel, Sabtu (13/4/2019) tadi.

KABAR.NEWS, Makassar - Reserse Mobile (Resmob) Polda Sulsel, menggagalkan peredaran 500 gram narkoba jenis sabu di Kota Makassar. Pengedar sabu lintas provinsi asal Jawa Barat, Iden Supriatna (27), berhasil diamankan polisi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros.


Baca juga: Bayi di Gowa Dianiaya Ayah Sendiri dengan Cara Dicambuk Berulang Kali

Kasubdit IV, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel, Kompol Supriyanto, mengatakan, pihaknya kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba di Makassar. Sabu 500 gram ini berasal dari Pekanbaru, Riau, rencananya akan diserahkan ke seseorang yang berada di Kota Makassar.


"Jadi barang ini asalnya dari Pekanbaru, kemudian dibawa ke Makassar, transit di Surabaya. Pada saat pelaku ini turun dari pesawat langsung kita amankan," ucap Supriyanto, saat konferensi pers di Posko Resmob Polda Sulsel, Sabtu (13/4/2019) tadi.


Supriyanto menerangkan, bahwa pelaku membawa sabu sebanyak 500 gram yang dibagi dua sachet masing-masing 250 gram, lalu pelaku menyembunyikan barang haram tersebut didalam sepatu untuk mengelabui petugas dan alat pendeteksi di bandara.


"Pengiriman sabu ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan pelaku dari Pekanbaru. Jadi dia hanya diarahkan dari Sukabumi oleh seorang pria berinisial E untuk berangkat ke Pekanbaru kemudian bertemu dengan seseorang mengambil barang," terangnya.


Baca juga: Menikah Bulan Depan, Sepasang Kekasih Ini Malah Ditangkap Diduga Edarkan Sabu

Setelah dari situ lanjut Supriyanto, pelaku kemudian diarahkan ke Makassar untuk bertemu dengan seseorang di salah satu hotel di Kota Makassar, berinisial I.


"Pelaku akan bertemu dengan seseorang berinisial I di kamar 106 salah satu hotel mewah di kota Makassar. Kita berhasil menggagalkan pengiriman ketiga ini, dimana dua pengiriman sebelumnya berhasil lolos masuk ke Kota Makassar. Jumlahnya sama masing-masing 500 gram," ungkapnya.


Pelaku akan dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan atau penjara seumur dan atau hukuman mati.


  • Lodi Aprianto