Lepas Jenazah Sekda Torut, Ombas: Almarhum Tidak Pernah Marah

*Kepergian Rede Roni Bare dianggap Ombas bagaikan mimpi

Lepas Jenazah Sekda Torut, Ombas: Almarhum Tidak Pernah Marah
Bupati Kabupaten Toraja Utara Yohanis Bassang atau Ombas melepas jenazah Sekda Rede Roni Bare pada Rabu (19/1/2022). (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Torut - Prosesi pemakaman Sekretaris Daerah (Sekda) Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, Rede Roni Bare pada Rabu (19/1/2022) hari ini berlangsung dalam suasana haru.


Sebelum dibawa ke tempat pemakaman di Bori', Lembang Parinding, Kecamatan Sesean, Pemkab Torut melaksanakan upacara pelepasan jenazah di rumah duka, Kelurahan Kalaulu, Kecamatan Kesu'.


Pantauan KABAR.NEWS, Wakil Bupati Torut Frederik Victor Palimbong, Ketua Tim PKK Torut Agustina M Bassang bersama sejumlah pimpinan OPD dan ASN menghadiri upacara pelepasan jenazah Rede Roni.


Setelah dilakukan ibadah dan upacara pelepasan, jenazah Rede Roni dibawa ke  Kantor Bupati Torut, Marante dan melanjutkan perjalanan ke Bori'.


Bupati Torut Yohanis Bassang selaku pembina upacara pelepasan jenazah Rede Roni Bare mengaku, kepergian koleganya itu bagaikan mimpi. Rede menghembuskan nafas terakhir pada 14 Januari 2022.


"Kita tidak menyangka almarhum yang seorang sosok yang baik, ramah, familiar, bersahabat bagi semua orang, orang yang tidak pernah marah. Almarhum bersahaja begitu cepat pergi meninggalkan kita. Ini suatu hal diluar dugaan kita, tapi kita yakin dan percaya ini semua adalah perkara iman kita," ucap Ombas sapaan akrabnya.


Ombas meminta kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap bersemangat dan tidak putus asa.


"Bagi anak- anak yang ditinggalkan janganlah putus asa, Tuhan punya rencana lebih indah dalam kehidupan kita. Mungkin apa yang kita hadapi hari ini adalah hal yang ada diluar dugaan kita, tidak mungkin kita mengetahui seorang Sekda yang  sehat begitu cepat pergi meninggalkan kita," ucapnya.


"Kejadian ini adalah rencana Tuhan yang lebih indah, jangan putus asa Tuhan baik dalam kehidupan kita. Kita tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir, maka serahkan penuh hidup kita pada Tuhan."


Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Ombas menyatakan duka cita yang dalam atas kepergian Rede Roni.


Rede Roni meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak. ASN berpangkat IV D itu lahir di Rantepao pada 29 November 1963. 


Penulis: Febriani/B