Legislator Makassar Mesakh Raymond Sebarluaskan Perda Kepemudaan

Makassar diakui menjadi salah satu daerah yang telah menyandang Kota Layak Pemuda.

Legislator Makassar Mesakh Raymond Sebarluaskan Perda Kepemudaan
Sosialisai Perda Kepemudaan yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang, di Hotel Grand Maleo, Minggu (6/12/2020).(Kabar.News/Fitria) 






KABAR.NEWS, MAKASSAR - Pentingnya peran pemuda di era sekarang ini kembali ditekankan Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Makassar. Bahkan komitmen tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. 

Makassar diakui menjadi salah satu daerah yang telah menyandang Kota Layak Pemuda. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Andi Akbar Kamal, dalam kegiatan Sosialisi Perda (Sosper) yang digelar oleh Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDIP Mesakh Raymond Rantepadang, di Hotel Grand Maleo, Minggu (6/12/2020). 

Dalam kesempatan itu, Andi Akbar mengatakan, bahkan tak banyak daerah yang telah membuat Perda mengenai Kepemudaan. Di Indonesia, sebutnya, Perda Kepemudaan hanya diterapkan oleh 10 daerah, termasuk Kota Makassar. 

"Kota Makassar telah membuat legitimasi UU tentang Kepemudaan, di Indonesia belum sampai 10 daerah. Makassar kota yang mencapai kepemudaan tahun 2017, Makassar Kota Layak Pemuda," ucap Akbar, di hadapan para peserta sosper tersebut. 

Olehnya itu, Akbar menilai, mestinya peran pemuda yang dilegitimasi UU perannya tersebut bisa lebih berkontribusi di Kota Makassar. Tak ada sekat agama maupun kesukuan untuk peran pemuda. Seperti Pemuda Gereja juga memiliki hak untuk bersumbangsih dan mengaktualisasikan diri. 

"Pemuda gereja juga punya kontribusi dalam pembangunan, sebagai pelaku bela negara. Perlu ada acara pemuda gereja dan remaja masjid, seperti bakti sosial semacamnya agar ada ruang menyatukan persepsi," tambahnya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDIP, Mesakh Raymond Rantepadang, mengatakan, pemerintah memang mesti menyediakan ruang dan akses untuk menjamin terciptanya kreativitas para anak-anak muda. 

Hal ini, kata Mesakh, sebagai upaya menghindari tindakan pemuda yang bersifat merusak atau dekstruktif. Seperti penggunaan narkoba, miras dan tindakan merugikan lainnya."Pemuda ini harus diberikan ruang aktualisasi diri sehingga tidak terjerumus dengan hal-hal negatif, seperti narkoba, miras dan tidak jadi sumber pikiran yang deskruktif. Olehnya itu Pemerintah harus menjamin hal itu," paparnya.

Mesakh juga menekankan pentingnya Dispora mengarahkan pemuda di Kota Makassar untuk pengembangan-pengembangan potensi yang ada pada diri masing-masing pemuda. 

"Bagaimana Pemerintah dapat menciptakan ruang aktualisasi, termasuk kepemudaan. Lewat Dispora, diharap dapat mengarahkan pemuda kota Makassar. Harus care pada lingkungan dan kemasyarakatan," imbuhnya.

Pentingnya peran pemuda juga disoroti Ketua Komite Nasiona Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makaasar,  Christopher Aviary. Pemuda yang akrab disapa Rio ini mengatakan bahwa berdasarkan survei, ke depannya Indonesia memiliki bonus demografi terhadap anak muda. 

Dengan usia produktif yang akan lebih banyak, kata Rio, harusnya menjadi strategi pembangunan Indonesia ke depannya."Disusun karena konsen Pemerintah terhadap pemuda ke depan, Era SBY dibuat statistik, keluar hitungan bonus demografi. Surplus anak muda pada tahun 2040, usia produktif dan non produktif 5 banding 1. Jadi harus memastikan diri menjadi generasi pengubah," jelas Rio. 

Rio juga mengatakan, dengan adanya legitimasi UU yang diterapkan di Kota Makassar ini tentang Kepemudaan, Pemerintah diharap dapat melibatkan anak-anak muda untuk setiap pembangunan daerah. 

"Notabenenya Perda Kepemudaan baru dikeluarkan sejak beberapa tahun terakhir padahal UU kepemudaan sudah dikeluarkan pada 2009.  Sarana dan prasarana perlu difasilitasi Pemerintah, itu dianggarkan. Tidak lagi Pemerintah cuek terhadap kepemudaan," pungkasnya.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/A