Laskar Merah Putih Jeneponto Desak FPI Dibubarkan

- Dukung Polri

Laskar Merah Putih Jeneponto Desak FPI Dibubarkan
Laskar Merah Putih (MP) menggelar aksi unjuk rasa di Jeneponto menuntut pembubaran FPI, Selasa (29/12/2020).












KABAR.NEWS, Jeneponto - Puluhan massa ormas Laskar Merah Putih di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menuntut pemerintah membubarkan Front Pembela Islam (FPI).


Massa menuntut pembubaran Ormas FPI dengan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar taman Turatea, jalan Sultan Hasanuddin Kecamatan Binamu, Selasa (29/12/2020).


Tuntutan ini disampaikan karena organisasi yang dipimpin Muhammad Rizieq Shihab (MRS) tersebut dinilai kerap bertindak intoleran. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi dukungan penegakan hukum terhadap MRS.


Lebih dari satu jam aksi ini digelar, lewat orasinya, koordinator aksi Feri mengatakan, pihaknya tidak anti MRS apalagi omas Islam.


"Kami lebih memilih mencintai Habib dan ormas Islam yang merangkul bukan memukul, yang membina bukan menghina, yang mengasihi bukan mencacimaki Karena Islam adalah rahmatan Lil Alamin," kata Feri.


Ia juga menyebut pihaknya menolak kedatangan MRS dan pendukungnya di Kabupaten Jeneponto dan Sulsel. Menurut Feri, keberadaan ormas ini akan menimbulkan kerumunan, menimbulkan permusuhan, perpecahan antara sesama umat, serta banyak mudharatnya dibanding manfaat dari kedatangannya.


"Kami juga menolak kedatangan terorisme dan paham radikalisme yang mengatasnamakan agama yang dapat menimbulkan konflik horizontal dan mengganggu keutuhan dan persatuan dan kesatuan NKRI," jelasnya.


Mereka juga menolak tindakan radikalisme yang dilakukan oleh Ormas, kelompok masyarakat maupun perorangan mengatasnamakan agama seperti yang dilakukan FPI dan kelompok pendukung ISIS lainnya.


Mereka mendukung pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia serta Polri dalam menegakkan hukum dan menjaga keutuhan NKRI dalam memberantas Radikalisme yang mengatasnamakan agama.


Tak hanya itu, massa aksi juga mengecam berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan dengan jumlah besar. Sebab, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19.


"Mari wujudkan Sulawesi Selatan dan kabupaten Jeneponto yang damai, Kondusif, sejuk dan damai tanpa adanya provokasi serta perpecahan," pungkasnya. 


Penulis: Akbar Razak/B