Skip to main content

Laris Saat Pendaftaran CPNS, Ini Cara Bedakan Materai Asli atau Palsu

Laris Saat Pendaftaran CPNS, Ini Cara Membedakan Materai Asli atau Palsu
Customer service memperlihatkan sejumlah materai asli di Kantor PT Pos Indonesia Makassar, Selasa (19/11/2019). (KABAR.NEWS/Darsil Yahya)

KABAR.NEWS, Makassar - Pendaftaran CPNS 2019 masih berlangsung sejak dibuka 11 Novembe. Para pendaftar seringkali membutuhkan materai sebagai pelengkap dari sebuah berkasnya.

 

Costumer Servis kantor pusat PT. Pos Indonesia Makassar, Linda Febriyani Supriyatin, mengungkapkan bahwa penjualan materai akhir - akhir ini mengalami peningkatan saat pendaftaran CPNS.


Baca juga: Hari ke-5, Pendaftar CPNS Parepare Didominasi Formasi Perawat

"Mengenai jumlah total jumlah peningkatan pada kantor ini khususnya saya pribadi kurang tahu, tapi tadi pagi kami diinfokan oleh wakil kepala kantor bahwa memang saat ini ada peningkatan," ujar Linda kepada KABAR.NEWS di Kantor PT Pos Indonesia Makassar, Slamet Riyadi, Selasa (19/11/2019).


Lanjut Linda, penjualan materai pada hari biasanya antara 500 - 1.000 lembar per hari, namun belakangan ini dengan dibukanya pendaftaran CPNS perhari ia biasanya menjual antara 2.000 - 3.000 lembar materai. Belum lagi ditambahkan dengan loket lainnya.


Selain itu, terkait penjualan juga tidak hanya pada pendaftar CPNS tapi beberapa perusahaan biasanya juga datang membeli di kantor Pos karena harga tetap Rp6.000 dan harga tersebut lebih murah daripada tempat-tempat lainnya.


Baca juga: Ini Alasan BKN Hapus Sistem Pencarian Formasi di Portal SSCASN

Adapun jika mendapati penjualan materai dibawah harga Rp6.000, yakin saja bahwa materai yang dijual palsu.


"Cara membedakan materai asli dan palsu selain dari melihat harga yaitu dengan cara 3D, yakni diterawang, dilihat dengan lampu UV, dan digoyang - goyangkan akan kelihatan perubahan warna serta ada bayang -bayangnya pada materai, serta materai yang asli sangat mudah menempel jika bagian belakangnya diberi air, sedangkan yang palsu sangat susah menempel," tutup Linda.


Mustawaf Ansar/CP/B
 

 

loading...