Lampaui Target, Bank BUMN Salurkan Rp188 Trilun Dana KUR

Penetrasi KUR menurutnya terus ditingkatkan

Lampaui Target, Bank BUMN Salurkan Rp188 Trilun Dana KUR
Ilustrasi dana KUR.int






KABAR.NEWS,Jakarta--Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) lewat himpunan bank milik negara (Himbara) atau bank BUMN pada 2020 mencapai Rp188,11 triliun. 

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan angka tersebut melampaui kuota yang disediakan, yakni sebesar Rp186,6 triliun.

"Realisasinya juga lebih tinggi dari target, yakni 5,8 juta debitur. Jadi, jangkauan ini demikian luas dengan size (ukuran) yang juga besar," ungkapnya dikutip di laman CNN.Indonesia, Senin (18/1).

Penetrasi KUR menurutnya terus ditingkatkan agar semakin menjangkau banyak masyarakat dengan nominal yang juga semakin besar.Untuk tahun ini, lanjut Tiko, panggilan akrabnya, Himbara mengajukan plafon KUR sebesar Rp253 triliun. 

"Sehingga memungkinkan UMKM bisa memiliki akses yang lebih mudah kepada pinjaman murah dengan struktur subsidi pemerintah," tuturnya.

Tiko menuturkan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional lantaran jumlahnya yang mencapai 64 juta atau 99 persen dari total lapangan usaha di Indonesia. Di samping itu, UMKM juga berkontribusi sebesar 97 persen dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

Namun, kontribusi UMKM dalam ekspor dan rantai pasok global (global value chain) masih minim. Bahkan, kalah dengan negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia.

"Sayangnya, kontribusi terhadap ekspor 14,7 persen dan yang paling krusial adalah keterlibatan UMKM Indonesia dalam global value chain untuk berbagai macam produk internasional cuma 6,3 persen," imbuhnya.
Lihat juga: Digugat Rp817 Miliar, Antam Ajukan Banding

Karena itu lah, ia mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah untuk membantu UMKM menjadi bagian dari global value chain. "Sebagai contoh di Malaysia keterlibatan UMKM dalam global value chain 46,2 persen," terangnya.

Untuk mendorong akses pasar UMKM, Kementerian BUMN juga telah meluncurkan platform pasar digital UMKM atau PaDi UMKM. Platform ini akan membuka akses pasar UMKM karena perusahaan pelat merah akan menjadi pembeli utama produk UMKM.

"Tujuannya, bagaimana BUMN bisa menjadi pembeli utama produk UMKM. Jadi, mulai saat itu ada 9 BUMN yang telah diwajibkan membeli yang di bawah Rp 14 miliar," pungkasnya.(*)