Kurir Narkoba di Surabaya Ditangkap Saat Pisahkan Sabu 1 Kg

Pelaku Rizki Hilman sempat kabur dan ditembak dibagian kaki.

Kurir Narkoba di Surabaya Ditangkap Saat Pisahkan Sabu 1 Kg
Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Mome Ardian saat rilis pengungkapan kasus peredaran sabu 1 Kg di Mapolrestabes Surabaya. (Foto: KABAR.NEWS/Ihwan Fajar)






KABAR.NEWS, Surabaya - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya menggagalkan peredaran narkoba seberat 1 Kilogram. Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap dua orang yakni Ikhwan Mansyur dan Rizki Hilman.

Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Memo Ardian mengapresiasi jajarannya yang mengungkap penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram (Kg). Memo mengatakan dari dua pelaku, satu pelaku dilumpuhkan dengan ditembak dibagian kakinya. 

"Kita mengamankan total jumlah 1 kilo (Kg). Jadi kita mengamankan 2 orang. Mencoba melarikan diri dan berupaya melawan petugas hingga anggota melakukan diskresi kepolisian hingga memberikan tembakan peringatan hingga tembakan melumpuhkan," ujarnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, Senin (26/4/2021). 

Sementara itu, Kepala Unit Timsus Satres Narkoba Polrestabes Surabaya, Inspektur Satu Yudhi Saeful Mamma 

Katimsus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Inspektur Satu Yudhi Saeful Mamma mengatakan pihaknya menangkap dua tersangka saat lagi memisahkan sabu tersebut di wilayah Jalan Ngagel, Surabaya. 

"Saat kami gerebek tersangka lagi memisahkan barang tersebut (sabu). Tersangka mencoba kabur saat akan kami tangkap," ujarnya. 

Yudhi mengaku anggotanya terpaksa menembak kaki salah satu pelaku karena tidak mengindahkan tembakan peringatan. 

"Saat dia kabur kita berikan tembakan peringatan, karena diindahkan tersangka kami tembak dan mengenai kaki bagian kiri," tuturnya. 

Yudhi menambahkan tersangka merupakan jaringan Pamekasan. Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU No. 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan hingga hukuman mati.