Kunjungan Wisatawan Anjlok, Disbudpar Torut Fokus Buka Destinasi Wisata Baru

Cara Pemkab Toraja Utara memulihkan ekonomi di tengah pandemi.

Kunjungan Wisatawan Anjlok, Disbudpar Torut Fokus Buka Destinasi Wisata Baru
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Torut, Yorry R. Lasewengen. (Foto: KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Di tengah pandemi Covid-19 berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk kembali meningkatkan pariwisata. Apalagi kunjungan wisatan di Torut mengalami penurunan hingga 70 persen pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

Di mana berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata khususnya kunjungan wisata domestik atau wisata nusantara karena untuk saat ini kunjungan wisata manca negara masih sangat minim.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Torut, Yorry R. Lasewengen mengatakan bahwa dalam rangka pemulihan di bidang pariwisata secara khusus di Torut berbagai upaya dilakukan untuk kembali membangkitkan wisatawa Torut.

Dikatakan Yorry bahwa pendapatan daerah melalui retribusi masuk objek wisata yang turun 70 persen dari tahun 2019 dan secara garis besar berkurang maka tahun ini pihaknya berupaya bisa kembali ke angka normal. Di mana tahun lalu yang targetnya Rp 3,5 tetapi hanya mendapat 1,4 miliar, dengan perbandingan bahwa dua tahun lalu yang targetnya 3,75 miliar bahkan melebihi target dengan capaian 3,150 miliar.

"Dengan melihat turunnya pendapatan kita di retribusi karena pandemi Covid-19, maka kita berupaya untuk meningkatakan kunjungan wisata domestik, seperti membuka objek wisata alam yang baru dan terus melakukan promosi wisata melalui berbagai media sosial," ujar Yorry kepada KABAR.NEWS, Selasa (20/4/2021).

Dikatakan Yorry bahwa saat ini pemerintah membuka objek wisata alam yang baru di kawasan wisata Nonongan, Kecamatan Sopai, di mana di sana ada dua objek yang baru-baru ini mulai dibuka dan mulai diminati wisatawan.

"Ada destinasi baru di Nonongan yang sekarang masih dalam tahap promosi yakni wisata Buntu Sopai, dan wisata Nonongan di kecamatan Sopai," ungkapnya.

Dijelaskan Yorry bahwa objek wisata tersebut yang dibangun tahun lalu dengan menggunakan anggaran Disbudpar dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk mengerjakannya.

"Karena saat ini sudah mulai dipromosikan melalui media sosial dan masih belum dipungut retribusi, namun diperkirakan pada pertengahan tahun ini mulai diberlakukan pajak retribusi bagi pengunjung yang akan dikelolah bekerja sama antara Pemda dan masyarakat setempat,"jelasnya.

Dirinya berharap dengan adanya program yang dilakukan dibidang pariwisata yakni ikut Lomba Desa Wisata Award dan membuka objek wisata baru di Torut, maka Torut bisa kembali bangkit dan kunjungan wisata bisa kembali normal ditengah pandemi. "Ditambah dengan beroperasinya bandara Toraja dan adanya pembukaan rute baru, maka diharapkan akan meningkatakan kunjungan wisata ke Torut."

Penulis: Febriani/B