Skip to main content

Kuasa Hukum Bantah Sofyan Syam Berkampanye saat Reses

Kuasa Hukum Bantah Sofyan Syam Berkampanye saat Reses
Foto suasana sidang dugaan pelanggaran pidana pemilu anggota DPRD Provinsi Sulsel, Sofyan Syam di PN Pangkep. (KABAR.NEWS/Tajuk)

KABAR.NEWS, Pangkep - Kasus dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu oleh Anggota DPRD Sulsel dari Partai Golkar, Sofyan Syam memasuki hari ketiga di Pengadilan Negeri (PN) Pangkep, Rabu (13/3/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi.


Baca juga: Ibu Penyekap Anak di Makassar Divonis 18 Bulan Penjara

Sidang kasus Sofyan Syam yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dwi Hatmojo, telah mendengarkan keterangan 9 dari 11 orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkep.


Dalam sidang ini, kuasa hukum Sofyan Syam, Sulfikar menilai kasus ini cacat hukum dan terkesan dipaksakan. Sulfikar membantah putra Bupati Kabupaten Pangkep itu melakukan pelanggaran Pemilu sebagai calon legislatif (caleg) mengingat, tidak ditemukannya unsur pelanggaran seperti yang disangkalkan.


"Dari beberapa saksi yang diperiksa, saya tidak menemukan dugaan pelanggaran apa-apa seperti yang di sangkakan kepada klien kami," ujar Sulfikar.


Diketahui, kasus ini berawal saat Sofyan menggelar reses sebagai Anggota DPRD Sulsel di salah satu warkop di Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.


Reses tersebut juga dihadiri sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Bawaslu menduga kegiatan reses Sofyan Syam juga disisipkan kegiatan kampanye.


Baca juga: Polisi Periksa 32 Kades di Gowa terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Sulfikar menambahkan, dugaan adanya citra diri berupa lambang partai politik dan nomor urut caleg yang disangkakan kepada kliennya saat reses tidak memenuhi unsur pidana sama sekali.


  • Tajuk

 

loading...