KSAD Perintahkan TNI Buat Jembatan Bailey dan RS Lapangan

Kirim logistik untuk perbaikan jembatan dan rumah sakit lapangan.

KSAD Perintahkan TNI Buat Jembatan Bailey dan RS Lapangan
Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan. (Foto: KABAR.NEWS/Darsil Yahya)












KABAR.NEWS, Mamuju - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa mengirimkan bantuan kepada para korban bencana gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). KSAD memerintahkan agar TNI AD segera membangun Jembatan Bailey dan RS Lapangan di Sulbar.

Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan mengatakan bantuan dikirim oleh KSAD sebagai bentuk keprihatinan atas musibah bencana alam gempa bumi melanda Sulbar. Firman mengaku KSAD memerintahkan agar TNI AD untuk membantu memperbaiki jembatan yang putus dan membangun rumah sakit lapangan.

"Jembatan putus dan rumah sakit yang tidak berfungsi, dengan itu Bapak Kasad mengupayakan membantu segera untuk mengatasi kesulitan masyarakat yang terkena dampak bencana," kata Firman kepada awak media di Dermaga Pelabuhan Fery Mamuju, Kamis (21/1/2021). 

Brigjen Firman Dahlan menuturkan bantuan material jembatan dimaksudkan untuk memperlancar jalur transportasi yang terputus akibat gempa, sehingga pengiriman bahan makanan untuk masyarakat terkena dampak bencana bisa diatasi.

"Bapak KSAD mengirimkan satu set jembatan Bailey dengan bentangan 40 meter akan dipasang di tempat-tempat terisolir, tidak bisa dilewati kendaraan untuk pengiriman bahan makanan ke daerah terpencil khususnya jalur-jalur umum yang rutin digunakan oleh masyarakat," ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakan jembatan Bailey juga nantinya akan dibangun di lokasi terparah dan terisolir akibat gempa di Majene dan Mamuju. Sehingga pihaknya juga akan melakukan pendataan dibeberapa titik wilayah Majene dan Mamuju yang dianggap rawan apabila terjadi gempa susulan. 

"Agar tranportasi bisa berjalan lancar. Jembatan ada di Mamuju satu dan di Majene," ujarnya.

Selain itu, Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Sulbar ini juga mengaku pasukan TNI juga akan membangun rumah sakit lapangan untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Khususnya pengungsi yang membutuhkan perawatan medis. 

Selanjutnya, ia menjelaskan akibat rusaknya sejumlah fasilitas rumah sakit yang membuat pelayanan kesehatan tidak berjalan maksimal KASAD mengirim bantuan rumah sakit lapangan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Banyak rumah sakit yang mengalami kerusakan. Sehingga bapak KSAD mengirimkan bantuan untuk mendirikan rumah sakit lapangan," tuturnya. 

Firman mengku, rumah sakit lapangan nantinya akan ditempatkan di Korem dan mampu menampung 100 orang pasien. Nantinya, fungsi rumah sakit lapangan tersebut akan melakukan perawatan untuk korban gempa yang mengalami luka ringan maupun berat. 

Tak hanya itu, Firman mengaku TNI juga menyiapkan 7 helikopter untuk memaksimalkan pendistribusian pasokan logistik yang aksesnya susah dijangkau dengan jalur darat.

"Tempat-tempat yang terisolir yang tidak bisa didatangi dengan kendaraan roda empat maupun roda dua kita upayakan pendorongan (pendistribusian) lewat udara, heli yang standby di sini ada 7 heli, yang akan mendorong logistik sampai kepelosok-pelosok," ungkapnya. 

Selian itu, bantuan dari Kasad, korban gempa Sulbar juga mendapatkan bantuan sebanyak 14 truk pasokan logistik.

"14 truk bantuan sembako Ibu Persit pusat yang dikirim kesini untuk membantu rekan-rekan masyarakat. Akan diantar langsung oleh TNI ke tempat-tempat terisolir," tuturnya.

Dia juga menambahkan pihaknya segera  bisa mengatasi upaya-upaya  kebutuhan pokok masyarakat untuk makan dan minum para korban gempa

"Segera bisa atasi dengan langsung diantar oleh TNI turun dari kapal langsung kita kawal menuju saran-sasara (pengungsi)," pungkasnya. 

Penulis: Darsil Yahya/B