Kronologi IRT di Gowa Terkena Peluru Nyasar

Suami korban menemukan proyektil di ruang tengah rumahnya.

Kronologi IRT di Gowa Terkena Peluru Nyasar
Ilustrasi. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Gowa - Peluru nyasar menerjang rumah warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibat peluru nyasar tersebut seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Suriani (33) mengalami luka di bagian kepala.

Suami Suriani, Muh. Yamin (33) menjelaskan bahwa pada Senin pukul 18.30 Wita, ia bersama sang istri dan anaknya sementara bersantai di ruang tengah rumahnya. Yamin terkejut saat mendengar suara keras dari atas atap rumahnya.

"Iye, saya dengarki dari atas rumahku suara seperti orang lemparki atap rumahku, kayak batu," ujar Yamin kepada KABAR.NEWS, Senin malam (16/2/2021).

Usai mendengar suara tersebut, Yamin bergegas keluar rumah untuk memastikan benda apa mengenai rumahnya itu. Yamin juga memeriksa sekitar rumahnya, namun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Saat kembali ke rumah, betapa terkejutnya Yamin saat melihat kepala istrinya sudah berceceran darah. Dia segera meminta pertolongan tetangganya untuk membawa sang istri ke Rumah Sakit (RS).

Usai mengantar istrinya ke RS, Yamin kembali ke rumahnya, namun tanpa sengaja menemukan sebutir proyektil berwarna perak berada tepat di lantai ruang tengah rumahnya. Yamin langsung melaporkan kejadian itu kepihak kepolisian.

Sebelumnya, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Suriani (33) selamat dari maut, setelah insiden peluru nyasar menembus atap rumahnya. Peristiwa peluru nyasar itu terjadi di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada Senin (15/2/2021).

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Sektor Pallangga, Aipda Alamsyah membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, Suriani terkena peluru nyasar saat sedang bersantai dengan keluarganya. Akibat insiden itu korban bernama Suriani mengalami luka dibagian kepalanya.

"Iya benar. Dahinya yang kena, kejadiannya tadi malam. Pelurunya dari atap rumah korban." ujar Alamsyah.

Penulis: Reza Rivaldy/A