Kronologi dan Modus Pegawai BNI Tilap Deposito Nasabah Rp45 miliar

Ada empat korban

Kronologi dan Modus Pegawai BNI Tilap Deposito Nasabah Rp45 miliar
Ilustrasi. Kantor Bank BNI di Jakarta pusat. (Foto: bni.co.id)






KABAR.NEWS, Makassar - Polisi telah menangkap oknum pegawai BNI Cabang Makassar inisial MBS yang diduga menilap atau mencuri deposito nasabah senilai puluhan miliar, termasuk uang milik nasabah Andi Idris Manggabarani atau IMB sebanyak Rp45 miliar.


Penangkapan terhadap MBS dilakukan oleh personel Mabes Polri di Kota Makassar, pada Minggu (12/9/2021) kemarin. Kini MBS telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemalsuan bilyet. 


Lantas bagaimana kronologi dan modus pegawai bank pelat merah ini menggarong deposito nasabah?


Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Helmy Santika mengungkapkan, kasus ini berawal ketika MBS menawarkan kepada nasabah RJ dan AN untuk membuka deposito di BNI cabang Makassar. MBS menawarkan hal itu pada Juli tahun 2019.


Agar nasabah atau korban RJ dan AN ingin membuka deposito, MBS mengiming - imingi bunga sebesar 8,25 persen dan mendapatkan bonus lainnya. Tawaran ini juga MBS berikan kepada nasabah HN dan IMB pada sekitar Juli 2020.  


"Dengan cara dana terlebih dahulu dimasukkan ke rekening bisnis di BNI cabang Makassar atas nama para deposan," kata Helmy seperti diwartakan Kompas.com, Minggu.


Kemudian, lanjut Helmy, tersangka MBS menyerahkan slip kepada para nasabah untuk ditandatangani dengan alasan akan dipindahkan ke rekening deposito. Namun, dana para nasabah ditarik dan disetorkan ke rekening fiktif yang sudah disiapkan MBS bersama rekannya.


"Dana yang ada di rekening bisnis deposan ditarik dan dalam waktu yang bersamaan disetorkan ke rekening yang sudah disiapkan oleh tersangka MBS dan kawan-kawan, di antaranya terdapat rekening fiktif atau bodong," ucap dia. 


Helmy menyatakan, penangkapan dan penahanan terhadap MBS ini berawal dari laporan yang dibuat BNI sendiri yang tercatat dengan nomor LP/B/0221/IV/2021/Bareskrim tanggal 1 April 2021 tentang dugaan Tindak Pidana Perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. BNI tidak mengalami kerugian akibat pemalsuan bilyet deposito ini.


Namun, IMB yang merupakan nasabah BNI Makassar mengalami kerugian senilai Rp45 miliar. Ada pula nasabah lain berinisial H mengalami kerugian Rp16,5 miliar.


Korban lainnya, yaitu nasabah R dan A, mengalami kerugian senilai Rp 50 miliar, tetapi sudah dibayar. "Deposan Saudara IMB (hilang) sejumlah Rp 45 miliar dari dana deposan seluruhnya Rp 70 miliar dan sudah dibayar Rp 25 miliar. Deposan Saudara H (hilang) sebesar Rp 16,5 miliar dari dana yang didepositokan sebesar Rp 20 miliar, sudah dibayar Rp 3,5 miliar," kata Helmy.


Dalam kasus ini, penyidik memeriksa saksi-saksi dari pihak BNI, nasabah, dan pihak lain yang mungkin mengetahui duduk perkara kasus.  Ia menyebutkan, sampai saat ini penyidik telah memeriksa 20 orang saksi dan dua ahli perbankan dan pidana.