Kritik PPKM Makassar, Danny Siapkan Konsep Exit Pool Tekan Covid-19

PPKM warisan Rudy dinilai tidak efektif

Kritik PPKM Makassar, Danny Siapkan Konsep Exit Pool Tekan Covid-19
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Makassar hingga 9 Maret 2021, dikritik Wali Kota Moh. Ramdhan Pomanto.


Danny sapaan Ramdhan Pomanto menilai, kebijakan warisan Rudy Djamaluddin tersebut tidak diterapkan sama sekali, apalagi mengenai pemberlakuan sanksi.


"Khusus jam malam, tidak ada penegakan aturannya saya lihat selama ini," tutur Danny, di Kantor DPRD kota Makassar, Selasa (2/3/2021).


Meski tak efektif, Danny belum mengevaluasi penerapan jam malam tersebut. Politisi Gerindra ini telah menyiapkan sistem pembatasan yang dirancang menggunakan exit protokol. 


Penerapan exit protokol nantinya kata Danny menggunakan sistem teknologi dengan barcode untuk memonitoring semua pergerakan orang. 


"Semua orang masuk dalam semua ruangan itu harus barcodenya itu dibaca. Apa isinya barcode, tentang status kesehatan, dia otg, sehat, ringan atau penyintas," katanya.


Untuk pelaku usaha, nantinya akan dimonitoring secara live dengan penegakan aturan waktu insentif bertingkat.


"Semua jenis usaha yang berhubungan dengan malam atau siang itu langsung dimonitoring.  Nanti sistem namanya waktu insentif sistem bertingkat," papar Danny. 


"Kalau dia taat sampai jam 6, otomatis komputer berikan dia notifikasi bisa dilanjutkan sampai jam 10. Kalau sampai jam 10 dia tidak ada pelanggaran, tetap dimonitoring live ini, dia bisa sampai jam 12. Sampai di situ ji," lanjutnya


Dengan sistem begitu, Danny mengatakan pemberlakuan dan penegakan aturan akan mudah untuk dilakukan. Hal ini juga kata ia memastikan untuk melihat kedisplinan ataupun pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha. 


"Artinya, ini namanya adaptasi social new normal. Kalau pun normal waktu mu berjualan dan itu protokol Covid harus ketat. Caranya itu tadi, tidak ada pelanggaran, sambung jam 10. Tidak ada pelanggaran, sambung jam 12. Artinya, terserah masing-masing setiap usaha," pungkasnya


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B