Skip to main content

Krisis Corona: 1.500 Pekerja di Makassar Dirumahkan Tanpa Upah

Krisis Corona, 1.500 Pekerja di Makassar Dirumahkan Tanpa Upah
Kepala Disnaker Makassar Irwan Bangsawan. (KABAR.NEWS/Fitria Nugraha Madani)

KABAR.NEWS, Makassar - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Sulsel, mencatat ada 1.500 pekerja telah dirumahkan tanpa memiliki kepastian menerima upah oleh perusahaan selama pandemi corona.


"Jumlah  tersebut  yang dirumahkan berasal dari 73 perusahaan," ujar Kadisnaker Kota Makassar, Irwan Bangsawan, di Makassar, Rabu (8/4/2020).


Dari jumlah itu, Irwan menyebutkan 4.295 karyawan bekerja dari rumah atau Work From Home. Data tersebut berdasarkan laporan yang masuk per 7 April 2020. Pekerja yang terdampak corona bisa melapor kepada pihaknya.


Irwan juga mengatakan pihaknya akan berbicara terhadap perusahaan untuk memberi upah kepada pekerja yang telah dirumahkan. Irwan menyebut memang tak ada aturan yang mengharuskan perusahaan melakukan itu.


"Kita mengambil langkah-langkah minimal (mereka yang dirumahkan) dapat upah 50 persen," tuturnya.


Sejauh ini, kata dia belum ada laporan resmi yang masuk mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun Irwan mengatakan sudah ada beberapa pekerja yang telah menelpon dan menyampaikan keluhannya.


"Besok dia akan melapor, Dinas Ketenagakerjaan beberapa hari ke depan akan menjadi tempat favorit karena banyaknya laporan yang akan masuk," kata Irwan.


Hingga kini pihaknya masih terus mendata berapa jumlah perusahaan hingga pekerja yang terkena dampak virus Corona. Irwan juga menekankan agar perusahaan yang belum mendaftar agar segera memberikan data jumlah karyawannya.


Pihaknya juga menyerukan agar pekerja bisa melapor ke hotline atau nomor aduan dengan nomor 085 3333 53595 agar karyawan bisa mendapat melaporkan jika terjadi kontrak kerja yang sepihak dari perusahaan tempat bekerjanya.


Penulis: Fitria Nugraha Madani/B

 

Flower

 

loading...