KPU Torut Ajak Siswa Lawan Politik Uang

Saat bertandang ke SMK Harapan Rantepao

KPU Torut Ajak Siswa Lawan Politik Uang
Penyerahan plakat kepada relawan demokrasi saat sosialisasi kepemiluan di SMK Harapan Rantepao. (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Relawan Demokrasi Kabupaten Toraja Utara, (Torut) mengajak siswa atau pelajar terlibat melawan politik uang pada Pilkada 2020.


Ajakan tersebut disampaikan tatkala KPU Torut menyambangi SMK Kristen Harapan Rantepao, Rabu (4/11/2020) dalam rangka KPU Goes to School. Kegiatan ini menerapakan protokol kesehatan pencegahan 
Covid-19.


Narasumber sosialisasi, Anshar Tangkesalu menuturkan bahwa Torut termasuk daerah yang dikenal rawan terjadinya politik uang untuk memilih pasangan calon tertentu.


"Tak hanya money politics, tetapi unsur sara dan hoaks juga hadir di tengah-tengah kita sehingga perlu menyaring informasi sebelum dicerna dan dishare (dibagikan) jangan sampai informasi yang diterima 
mengandung unsur hoaks atau sara dan itu bisa berdampak buruk dan masuk rana hukum," ujar Anshar.


Menurut Anshar, memilih calon pemimpin harus cerdas dengan melihat program yang ditawarkan juga visi-misi  calon. Visi-misi tersebut bisa dilihat langsung dan lebih mudah dengan mengunjungi website resmi KPU Kabupaten Torutt dan media sosial lainnya.


Senada dengan hal itu, Anggota KPU Torut Roy Pole Pasalli menyampaikan, bahwa tak lama lagi pemilihan 
Bupati dan Wakil Bupati Torut sudah dekat dan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 9 desember 2020.


"Jangan menjadi pemilih yang ingin dimobilisasi, artinya memilih karena iming-iming dan politik uang sehingga diimbau kepada teman-teman khususnya pemilih pemula, agar menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan mengenali para paslon yang akan berkompetisi di pilkada serentak yang digelar tak lama lagi," jelas Roy.


Sementara Kepala SMK Kr. Harapan Rantepao, Markus Sattu mengapresiasi partisipasi anggota KPU Torut 
dalam sosialisasi terkait kepemiluan di tengah pandemi Covid-19.


"Diimbau kepada peserta didik yang hadir mengikuti sosialisasi agar benar-benar memilih pemimpin yang 
dianggap mampu dan bisa membawa Toraja Utara ini lebih baik di masa yang akan datang, sebab jangan 
karena iming-iming atau mobilisasi politik uang sehingga kita mau menjual suara kita," tandas Markus Sattu.


Penulis: Febriani/B