Skip to main content

KPU RI: Tidak Semua Tunagrahita Masuk Dalam DPT Pemilu

ilustrasi
Ilustrasi.


KABAR.NEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan tidak memasukkan semua pemilih Tunagrahita ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. 


Komisioner KPU RI, Viryan Aziz mengaku disabilitas mental yang berada di jalanan tidak akan di masukkan ke dalam DPT Pemilu 2019. Hal itu dilakukan, karena disabilitas mental jalanan tidak memiliki kesadaran untuk menentukan hak pilihnya. 


Baca Juga: 


"Pertanyaannya, yang sering dibandingkan bagaimana yang ada di jalan-jalan yang tidak tahu siapa dirinya? Ya itu tidak mungkin didata sama KPU," tegasnya dikutip dari detikcom, Senin (3/12/2018). 


Ia menegaskan pendataan penyandang tunagrahita atau disabilitas mental sudah dilakukan sejak Pilpres 2014. Sebelumnya, penyandang disabilitas mental juga sudah menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 2014. 


"KPU mendata semua WNI yang punya hak pilih, termasuk yang disabilitas mental. Sejak pemilu 2014, hal ini sudah dilakukan, kalau ada pihak yang mendadak kaget bisa jadi mungkin lupa, bahwa mereka sudah didata dan gunakan hak pilih sejak pemilu sebelumnya," ungkapnya.


Adapun kategori disabilitas mental tidak hanya orang gila yang ada di jalan. Menurut Viryan, mereka yang patah hati dan menyebabkan stres juga termasuk. 


Ia menyebut KPU mendata pemilih berdasarkan alamat domisili door to door, di panti sosial, hingga rumah sakit jiwa sehingga KPU tidak mendata penyandang disabilitas mental yang berada di jalanan.


"Kemudian, kategori disabilitas mental bukan hanya orang gila yang ada di jalan. Sebab, itu hanya salah satu bagian. Jumlahnya justru lebih banyak yang tidak seperti itu. Yang ada di rumah. Misal ada yang patah hati sebab stres, sebab sudah mau dilamar kemudian tiba-tiba tidak jadi," kata Viryan. 

 

loading...