KPU Jeneponto Genjot Pemutakhiran Data Pemilih

- Sosialisasikan aplikasi Lindungi Hakmu

KPU Jeneponto Genjot Pemutakhiran Data Pemilih
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar Forum Koordinasi Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) tahun 2022. (IST).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar Forum Koordinasi Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) tahun 2022 di Cafe Lino, Jeneponto, Kamis (23/6/2022).


Pertemuan ini juga sekaligus sosialisasi Tahapan Pemilu 2024 sekaligus penggunaan Aplikasi Mobile Berbasis Android "Lindungi Hakmu".


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua KPU Jeneponto, Muh. Alwi diikuti Ketua Bawaslu, Perwakilan Dandim 1425, Perwakilan Rutan,  Camat Turatea, Kesbangpol dan perwakilan Catatan Sipil (Capil) dan beberapa OPD lain.


Alwi mengatakan, pasca Pemilu 2019, data pemilih yang digunakan pada saat itu yang dijaga KPU dan dilakukan pemuktahiran data pemilih secara sustainable atau berkelanjutan secara terus-menerus.


"Jadi sekaitan dengan data pemilih berkelanjutan ini adalah data yang kita kelola mulai dari data pemilu terakhir tahun 2019. Jadi itu senantiasa kita Muktahirkan tiap bulan mulai periode 2020 sampai tahun ini Juni 2022. Jadi data yang kita olah ini adalah pemilu terakhir," kata Muh. Alwi kepada KABAR.NEWS.


Alwi juga menjelaskan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada tahun 2019 lalu, tercatat sebesar 267.762. Kenaikan angka ini disebut tidak begitu signifikan. 


"DPT terakhir itu di pemili 2019 yah, 267.762. Sekarang DPT ini terakhir periode Mei 2022 itu ada di angka 272.518 pemili. Jadi kenaikannya itu belum secara signifikat," ucapnya.


Kendati demikian, pihaknya mengaku belum masuk pada proses pemuktahiran daftar pemilih sementara (DPS) karena masih menunggu data turunan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


"Kalau proses pemuktahiran datanya ini kita belum masuk ke daftar pemilih sementara. Sekarang ini kita masih memberikan istilah data pemilih berkelanjutan sampai menunggu data turunan yang diberikan oleh Kemeterian Dalam Negeri melalui induk capil untuk memberikan data DP4 di masing-masing daerah. Data DP4 ini nanti itu juga yang akan kita sandingkan dengan data pemilih berkelanjutan yang kita update setiap bulan di dua tahun terakhir," ucapnya.


Namun kata dia, KPU Jeneponto akan terus berupaya dalam memberikan data pemilu yang terupdate dan terakurat, tentu hal itu harus melibatkan seluruh elemen.


"Tetapi kita senantiasa berupaya untuk memberika data pemilu yang terupdate dan terakurat. Sehingga upaya ini bisa kita capai tentu kita musti melibatkan semua elemen, baik masyarakat, pemerintah daerah dan stekholder. Untuk bagaimana bersama-sama memuktahirkan data pemilu," ungkapnya.


Tak hanya itu, Alwi melanjutkan, salah satu tahapan yang paling panjang dan melelahkan dalam sepanjang event pemilihan umum adalah proses pemuktahiran data pemilih.


"Kalau pemuktahiran data pemilu berkelanjutan adalah salah satu tahapan pemilih yang memang memerlukan beberapa bulan kedepan. Jadi kita dipenyelenggara ini harus setiap saat siap menyelenggarakan tahapan apa yang kita ikuti," ungkapnya.


Untuk itu, ia berharap peran serta para OPD, kepala desa dan para camat untuk berpartisipasi terhadap pemilu tahun 2024.


Pada kesempatan ini, KPU Jeneponto juga memperkenalkan aplikasi mobile Lindungi Hakmu yang bisa di download melalui Playstore. Aplikasi itu diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pesta demokrasi.


"Aplikasi mobile ini mempermudah masyarakat untuk mengecek status pemilih dan lain-lainnya," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B