Skip to main content

KPK tak Gentar PK Jero Wacik dan Choel Mallarangeng 

KPK
Adik menteri era SBY, Andi Mallarangeng, Choel Mallarangeng mengajukan PK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

KABAR.NEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap meladeni peninjauan kembali (PK) yang diajukan Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik serta adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Andi Zulkarnaen alias Choel Mallarangeng.

"Kami pandang itu sebagai suatu proses biasa saja dalam hukum acara ketika seseorang mengajukam peninjauan kembali," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Febri mengatakan pihaknya sangat yakin dengan perkara yang menjerat Jero maupun Choel hingga akhirnya terbukti di pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap. Menurut Febri, pihaknya percaya hakim akan independen dan imparsial dalam menangani PK tersebut.

"Kami percaya hakim akan independen dan impersial untuk memproses hal tersebut . Nanti kita lihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa," ujarnya.

Febri menyebut KPK tak ambil pusing dengan banyaknya terdakwa korupsi yang berbondong-bondong mengajukan PK. Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya selama ini telah terbukti di pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

"Kami hanya fokus kepada proses hukumnya saja," kata dia.

Jero merupakan terdakwa korupsi di lingkungan Kementerian ESDM, menyalahgunakan Dana Operasional Menteri (DOM), memeras sejumlah pihak saat menjabat sebagai Menteri ESDM, dan menerima suap.

Mantan Sekretaris Majelis Partai Demokrat itu divonis 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan oleh Mahkamah Agung (MA) pada tingkat kasasi. Mantan Menteri Kebudayan dan Pariwisata itu juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp5,07 miliar.

Hukuman bagi Jero itu naik dua kali lipat dari vonis di tingkat pertama. Sebelumnya Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis empat tahun penjara bagi Jero.

Sementara itu, Choel vonis 3,5 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsisidier dan tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Vonis Choel itu lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK sebesar 5 tahun penjara.

Choel terbukti melakukan korupsi anggaran pengadaan barang dan jasa proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olah raga Nasional (P3SON) di Hambalang sebesar US$550 ribu dan Rp2 miliar.

Sebelum Jero dan Choel mengajukan PK, beberapa terpidana telah lebih dahulu mengajukan PK. Mereka di antaranya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali. 
 

 

loading...