KPK Tahan Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino

Usai 5 tahun berstatus tersangka

KPK Tahan Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers penahanan RJ Lino, Jumat (26/3/2021). (Screenshot/YouTube KPK)

KABAR.NEWS, Jakarta - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino) resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Jumat (26/3/2021). RJ Lino ditahan usai 5 tahun berstatus tersangka.


RJ Lino yang menjabat Dirut Pelindo II sejak 2009-2015, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.


RJ Lino bakal menjalani masa tahanan pertamanya selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK setelah sempat melenggang bebas selama lebih dari lima tahun.

"Hari ini KPK menyampaikan informasi penahanan terhadap mantan Dirut Pelindo II RJL," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata pada konferensi pers yang ditayangkan di YouTube, Jumat.


Sebelum mendekam di sel tahanan, RJ Lino bakal bakal menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di Rutan Gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.


"Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan Rutan KPK," kata Alexander Marwata dikutip dari Okezone.


RJ Lino tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan tiga QCC PT Pelindo II pada anggaran 2010. Dia diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya untuk meperkaya diri sendiri serta koorporasi.


RJ Lino diduga melakukan penunjukan langsung perusahaan asal China, Wuxi Huadong Heavy Machinery Co, Ltd dalam pengadaan tiga QCC yang dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang.


Atas perbuatannya, RJ Lino disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.


Sekadar informasi, KPK sudah mengusut kasus ini sejak akhir 2015 lalu. Sejak saat itu, RJ Lino menyandang status tersangka. Namun demikian, KPK baru melakukan proses penahanan terhadap RJ Lino pada hari ini.