KPK Periksa Putra Nurdin Abdullah dan Pengusaha Raymond Arfandy

Sebagai saksi kasus yang menjerat Nurdin Abdullah

KPK Periksa Putra Nurdin Abdullah dan Pengusaha Raymond Arfandy
Gubernur Provinsi Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (Screenshot/YouTube)






KABAR.NEWS, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap suap proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah.


Kali ini, lembaga anti-rasuah memeriksa putra Nurdin Abdullah, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin sebagai saksi untuk perkara tersebut.


Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyebut selain Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, KPK juga memeriksa tiga orang saksi di kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2021).


"Hari ini pemeriksaan saksi untuk tersangka Nurdin Abdullah dan kawan-kawan tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," kata Ali Fikri kepada KABAR.NEWS  via telepon, Rabu.


Tak hanya, memerika Putra NA, KPK juga memeriksa tiga orang lainnya sebagai saksi yakni pengusaha atau wiraswasta Raymond Ardan Arfandy. Dia merupakan bekas caleg Partai NasDem pada Pemilu 2019 dan mantan Wakil Ketua DPP REI.


KPK juga kembali memanggil kembali Rudy Ramlan yang merupakan Kepala Dinas PUPR Bulukumba, serta John Theodore  yang berprofesi sebagai wirastawa. 


Diketahui, John Teodore merupakan pemilik PT Hospindo Internusa Jaya, sebuah perusahaan kontraktor yang kerap memenangkan tender proyek besar Pemprov Sulsel.


Sebelumnya, beberapa pengusaha bahkan politisi Makassar ikut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur yang menjerat mantan Bupati Banteang dua periode, Nurdin Abdullah.


Penulis: Darsil Yahya/B