Skip to main content

Korupsi ADD di Sinjai, Kades Lamattiriawang Divonis 3 Tahun Penjara

jaksa
Press Release penetapan tersangka Kades Lamattiriawang, Bulupoddo oleh Kejari Sinjai. (kabarnews/syarif/Ist)

KABAR.NEWS, Sinjai - Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa TA 2017/2018 di Desa Lamattiriawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai telah memasuki masa putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makasar, Kamis 17 September 2020 kemarin.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sinjai, Hary Surachman melalui pesan singkatnya di WhatsApp, Senin (21/9/2020).

 

Hary menjelaskan Hakim membacakan putusannya antara lain, poin pertama terdakwa Muhammad Arfah (mantan Kades Lamattiriawang) terbukti melanggar pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Poin kedua dijatuhkan pidana selama 3 tahun penjara. Poin ketiga membayar denda 100 juta rupiah subsider dua bulan kurungan.

 

Poin empat membayar uang pengganti sebesar Rp. 438.715.342 jika tidak dibayar maka hartanya akan dirampas untuk membayar uang pengganti dan jika hartanya tidak ada, maka diganti dengan kurungan satu tahun.

 

"Atas pembacaan putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir dan diberi waktu tujuh hari. Demikian juga jaksa penuntut umum juga menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari," katanya.

 

Sidang pembacaan putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Daniel Pratu didampingi anggota Majelis Faried Sopamena dan Rustansar dan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sinjai Juanda Maulud Akbar serta Panitera Pengganti Sudarmono 

 

"Sementara sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Sinjai telah menuntut terdakwa Muhammad Arfah selama empat tahun penjara,"  

 

Penulis: Syarif/B

 

 

Flower

 

loading...