Korban Gempa Sulbar Mengungsi di Maros, Banyak Anak-anak dan Balita

- Jumlahnya belasan orang

Korban Gempa Sulbar Mengungsi di Maros, Banyak Anak-anak dan Balita
Kondisi korban gempa bumi Sulbar yang mengungsi ke Maros, Sulsel. (KABAR.NEWS/Fahrul)






KABAR.NEWS, Maros - Belasan warga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang terdampak gempa bumi 6,2 magnitudo mengungsi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kebanyakan dari mereka mengungsi di rumah keluarga dan kerabat dekatnya yang ada di Butta Salewangang. 


Salah satu titik pengungsian korban gempa Sulbar berada di rumah salah seorang warga di lingkungan Ballu-ballu, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turukale, Kabupaten Maros. 


Yusran, salah satau pengungsi korban gemba Sulbar, mengaku sudah 3 hari dirinya mengungsi di rumah sanak keluarganya di Maros. Ia bersama beberapa orang lainnya terpaksa mengungsi ke daerah oni akibat rumahnya yang terletak di Kecamatan Tappalang, Mamuju, rusak parah akibat gempa. 


"Sesaat setelah gempa dini hari, kami mengungsi di gunung karena takut akan terjadinya tsunami. Selama di gunung kami hanya menggunakan tenda darurat. Rumah saya sendiri atapnya roboh akibat gempa," beber Yusran saat ditemui, Rabu (20/1/2021). 


Yusran menuturkan, ia dan beberapa pengungsi lain baru berani turun dari tempat pengungsiannya seteleh tim SAR tiba. Dirinya kemudian meminta tumpangam mobil salah satu Tim relawan untuk ikut ke Kabupaten Maros. 


"Kami datang hanya membawa beberapa lembar pakaian. Yang mampu saya selamatkan hanya surat-surat penting di rumah," ungkapnya. 


Pemilik rumah H. Suardi mengatakan, korban gempa Sulbar yang mengungsi di rumahnya sebanyak 15 orang, yang terdiri dari 7 orang dewasa dan dan 8 anak-anak, satu diantaranya masih balita yang baru berumur 3 bulan. 


"Saudara saya satu orang, saudara saya mengajak ipar dan sanak keluarganya di sana untuk ikut mengungsi di sini. Meraka datang dua hari setelah terjadinya gempa, di sini sudah tiga hari," kata Suardi. 


Suardi mengaku dengan senang hati menampung korban gempa di rumahnya. Ia dan tetangga-tetangganya bahkan secara sukarela menyedikan kebutuhan para pengungsi seperti pakaian dan makanan sehari-hari. 


"Alhamdulillah tetangga-tetagnga banyak yang bantu. Rencananya masih ada sekitar 10 orang yg akan datang menyusul," kata Suardi.


Penulis: Fahrul/A