Skip to main content

Kopertis Wilayah VIII Menilai SK DO dan Skorsing IAIM Sinjai Cacat Prosedur

Kopertis Wilayah VIII Menilai SK DO dan Skorsing IAIM Sinjai Cacat Prosedur
Aksi mahasiswa API Kampus di halaman kantor Kopertis Wilayah VIII Sulawesi Selatan, Selasa (18/2/2019). (IST)

KABAR.NEWS,Sinjai - Aliansi Pro Demokrasi (API) Kampus telah mendatangi kantor Kopertis Wilayah VIII Sulawesi Selatan, Selasa (18/2/2019) kemarin dengan melakukan unjuk rasa meminta ketegasan terkait dugaan kekerasan akademik yang menimpa 4 orang mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai.

 

Hari Jumat selaku Sekretaris Pimpinan Kopertis Wilayah VIII keluar menemui para demonstran kemisan memanggil masuk untuk melakukan dialog.

 

Dalam dialog tersebut, Hari menjawab tuntutan mahasiswa dan menerima laporan yang disodorkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar selaku kuasa hukun dari pihak korban kekerasan akademik.

 

“Saya sudah ditelpon oleh pihak kampus IAIM Sinjai, agar 4 mahasiswa yang terkena sanksi DO dan Skorsing agar kembali ke kampus bicara baik-baik,” ungkapnya.

 

Pihak Kopertais pun membenarkan bahwa apa yang dilakukan oleh IAIM Sinjai telah melanggar kententuan pengambilan keputusan sanksi DO dan Skorsing yang tidak sesuai prosedural.

 

“Memberikan sanksi tanpa melalui prosedur itu salah, dan melanggar ketentuan akdemik,” katanya.

 

Selanjutnya, pihak Kopertais Wilayah VIII Sulawesi Selatan akan menindaklanjuti beberapa poin penting dari laporan dan hasil dialog tersebut.

 

Sementara itu, Kordinator Divisi Anti Korupsi dan Reformasi Birokrasi LBH Makassar, Andi Herul Karim, SH mengatakan akan tetap bersikukuh dan konsisten mengawal kasus ini.

 

“Kalau IAIM tetap bersikeras dengan keputusan yang tidak berdasar, maka akan kami tempuh di pengadilan karena PTUN lebih jujur dalam menentukan mana yang benar,” tegasnya.

 

Diketahui, beberapa minggu lalu Nuralamsyah dan Heri Setiawan Mahasiswa IAIM Sinjai di DO, sementara Abdullah dan Sulfadli Diskorsing selama Satu semester.

 

Diberitakan sebelumnya, masih dengan kasus yang sama, LBH Makassar telah melaporkan IAIM Sinjai ke Ombudsman.

 

  • Syarif

 

 

 

 

 

loading...