Skip to main content

Koordinasi Pembentukan PPK, Kejari: Money Politic Tertinggi di Torut

pilkada toraja utara, penerimaan PPK, Kejari Makale,
Narasumber saat memberikan materi di coffee morning koordinasi pembentukan PPK. (Kabar.News/Febriani)

KABAR.NEWS, Rantepao - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara menggelar coffee morning bersama stakeholder dalam rangka koordinasi pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara Tahun 2020.


Coffee morning dihadiri beberapa narasumber diantaranya Kapolres Toraja Utara, AKBP Yudha Wirajati Kusuma, Kepala Kejaksaan Negeri Makale, Jefri P. Makapedua, Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Csi. Zainal Arifin, Ketua Pengadilan Negeri Makale, Timotius Djemey di New Cafe Aras Rantepao, Rabu (22/01/2020).


Ketua KPU Torut, Bonnie Freedom menuturkan kegiatan coffee morning ini bertujuan membangun sinergitas dengan semua elemen serta membangun kerja sama yang kuat untuk mensukseskan Pilkada Tahun 2020.


“Coffee morning ini bertujuan untuk membangun kerja sama yang kuat serta sinergitas dengan semua stakeholder guna mensukseskan Pilkada yang akan digelar di tahun ini. Kita akan membahas tahapan-tahapan menuju Pilkada nanti seperti pembentukan PPK, serta potensi kendala-kendala yang dihadapi kedepannya,” ujar Bonnie.


Baca juga: Tertarik Jadi PPK Pilkada Torut 2020? Berikut Syarat dan Jadwalnya


Kapolres Torut, AKBP Yudha sebagai pemateri awal menuturkan, bahwa untuk jumlah personil pengamanan Pilkada nantinya, pihak Polres Torut pastikan jumlahnya tidak akan kekurangan dan siap menyukseskan Pilkada 2020. Lanjut Yudha jelaskan bahwa akan ada sebanyak 130 personil yang disiapkan untuk ikut mensukseskan Pilkada 2020.


Menariknya, dalam pertemuan itu, Kajari Tana Toraja Jefri menekankan soal tolak politik uang (money politic. Jefri menjelaskan bahwa money politic di Toraja termasuk yang tertinggi di Indonesia. Sehingga hal ini perlu jadi perhatian kita bersama untuk memeranginya agar penyelenggaraan pilkada dapat berjalan dengan demokratis guna menghasilkan pemimpin yang terbaik.


“Melalui kesempatan kali ini, saya harapkan kepada kita semua agar menolak money politik yang telah menjadi budaya di Toraja yang membuat daerah Toraja tertinggi  tingkat Money Politics di Indonesia,” kata Kajari Tana Toraja.


Dandim 1414 Tator Letkol  Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya juga siap mensukseskan dan bersinergi dengan aparat pemerintah lainnya mengawal Pilkada agar tercipta suasana yang aman dan kondusif.


Sebagai pemateri terakhir, Ketua Pengadilan Negeri Makale, Timotius Djemey mengharapkan bahwa dalam rangka seleksi PPK yang berlangsung. Pihaknya berharap KPU tidak bersikap nepotisme.


"Dalam rangka seleksi PPK yang sementara berlangsung ini,  saya harapkan terapkanlah nepotisme dan betul - betullah seleksi calon PKK dengan selektif, jangan terlena dengan zona hijau," Ujar Timotius.


Selain pemateri, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Bawaslu Toraja Utara Andarais Duma  dan jajarannya, Kepala Dinas Kesehatan Torut dan Kepala Badan Kesbangpol Torut. 


Penulis: Febriani Ryadi/B 

 

loading...