Skip to main content

Komplotan Pencuri BTS Telkomsel Telah Beraksi di Berbagai Daerah di Sulsel

Komplotan Pencuri BTS Telkomsel Telah Beraksi di Berbagai Daerah di Sulsel

Petugas kepolisian bersama tersangka saat menggelar press release kasus pencurian Baterai Tower milik telkomsel, di Kantor Polres Maros, Rabu (9/1/2019). (KABAR.NEWS/Asiz)

KABAR.NEWS, Maros - Komplotan pelaku pencurian Base Transceiver Station (BTS) milik telkomsel, mengaku meraup untung hingga ratusan ribu sekali beraksi melakukan pencurian pada beberapa daerah di Sulawesi Selatan.



Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan para komplotan pencurian BTS tersebut berjumlah empat orang. Mereka, Zulkifli alias Kifli (21), Rahmat Anwar Guntur alias Nua (25), Rezki Saripuddin alias Pudding (21) dan seorang pelaku yang tewas tertembak adalah Rudi bin Kamaruddin alias Rudi (40) warga Baji Minasa Makassar.

 

Komplotan pencuri ini telah menjalankan aksinya di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, seperti, Takalar, Bulukumba, Pangkep dan Maros. Dan setiap beraksi, mereka masing-masing dapat meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.


"Untuk pembagian hasil jualan barang curian itu, mereka mendapat Rp700 ribu per orang untuk  baterai tower yang ada di wilayah Kabupaten Maros, dan Rp325 ribu rupiah per orang untuk hasil penjualan baterai tower yang ada di Pangkep," ucap Dicky Sondani, saat press release di Polres Maros, Rabu (9/1/2019) siang tadi.



Dalam kasus ini, lanjut Dicky, pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus untuk mencari lokasi-lokasi di mana saja pelaku telah beraksi. Akan tetapi untuk saat ini, dua pelaku telah di tahan di Mapolres Maros, satu masih dirawat di Rumah Sakit. Sedangkan untuk pelaku Rudi, meninggal dunia dan telah dimakamkan pihak keluarganya.


“Kita akan kembangkan lagi apakah di tempat lain ada kehilangan baterai telkomsel ini, jadi untuk sementara dua pelaku ini sudah kita amankan, satu masih di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia,” beber Dicky.


Sebelumnya, penangakapan pada Rudi eks teknisi telkomsel selaku residivis kasus pencurian baterai tower ini bermula dari adanya kasus pencurian baterai tower di Maros pada tanggal, 4 Januari 2019 lalu, kemudian aksi serupa  pada, 6 januari di wilayah Pangkep.


Dari hasil penyelidikan petugas, diketahui terdapat empat orang pelaku, yakni Rudi sebagai otak dari pencurian itu mengajak tetangganya di Makassar untuk melakukan aksi pencurian yakni Zulkifli, Rahmat serta Rezki Saripuddin.


“Rudi dan Tersangka Saripuddin itu tertangkap ketika mereka melakukan upaya pencurian di tower lingkungan Lanud Hasanuddin, Mandai. Waktu itu, kedua orang tersebut sedang berupaya menerobos tower dan ketahuan oleh petugas kita, disitu dia langsung lari masuk mobil dan berusaha menabrak anggota kita dan lari ke arah Makassar,”. Ungkap Kapolres Maros AKBP Yohanes Richard.


Rudi dan Saripuddin tertangkap oleh petugas setelah melarikan diri menggunakan mobil avanza berwarna silver di Jalan Ir Sutami, Kota Makassar dengan kecepatan tinggi.

 

Saat itu, petugas berupaya menghentikan laju mobil dengan memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Namun, para pelaku tidak menghiraukan sehingga petugas menembak kaca dan ban mobil yang dikendarai pelaku.



Dua pelaku ini mengalami luka tembakan, hingga nyawa Rudi tidak dapat tertolong saat dibawah kerumah sakit Bhayangkara Makassar, dan rekannya yakni Rezki Saripuddin sementara menjalani proses penanganan medis karena peluru polisi juga bersarang dibeberapa bagian tubuhnya.


Selain meringkus para pelaku, saat ini petugas juga telah berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa baterai tower milik telkomsel 5 buah, dan sejumlah alat yang digunakan dalam menjalankan aksi pencurian seperti, linggis, kunci-kunci dan tang pemotong kawat.


  • Asiz - Lodi Aprianto

 

loading...