Skip to main content

Komersialisasi Gedung PWI, ACC Minta Polda Usut Keterlibatan Pemprov Sulsel

Komersialisasi Gedung PWI, ACC Minta Polda Usut Keterlibatan Pemprov Sulsel
Gedung PWI yang terletak di Jalan AP. Pettarani No. 31, Kecamatan Panakukang Makassar. (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS,Makassar - Penggiat Anti Korupsi dari Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi, meminta kepada Polda Sulsel agar tidak tutup mata keterlibatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel atas kasus penyewaan aset milik Pemprov Sulsel berupa gedung PWI yang terletak di Jalan AP. Pettarani No. 31, Kecamatan Panakukang Makassar.


Menurutnya, kasus yang menjerat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan (PWI Sulsel), Zulkifli Gani Ottoh, sebagai tersangka ini, juga tidak lepas dari tindakan Pemprov Sulsel yang ikut mengkomersilkan aset Pemprov hingga terjadi pembiaran orang melakukan korupsi.


"Pemprov tahu asetnya dikomersialisasi tapi dibiarkan, hal ini dapat dijerat dengan pasal 24 undang-undang Tipikor. Kami sudah beberapa kali menyurat meminta Pemprov segera mengamankan aset negara yang dikomersilkan tersebut tapi Pemprov tidak melakukan upaya apapun dan hingga kini aset Pemprov dikuasai pihak ketiga. Hal ini harus ditelusuri penyidik Polda Sulsel dan patut diproses karena menimbulkan kerugian negara," ucap Direktur ACC Sulawesi Abdul Muttalib, Sabtu (1/12/2018) pagi.


Tak hanya itu, kata dia, saat ini ada pihak-pihak yang mengklaim aset pemprov tersebut, sehingga pemerintah provinsi harus segera melakukan upaya hukum, yaitu minimal melaporkan secara pidana. Dan jika pun tidak ada upaya hukum maka Pemrov patut diduga melakukan pembiaran aset tersebut direbut orang lain.


"Jika Pemprov diam lagi maka makin nyata jika Pemprov memang tidak berniat menjaga aset negara (pembiaran) dan kami mendesak Polda ataupun Kejati mengusut keterlibatan Pemprov," pungkasnya.


Sebelumnya, ACC Sulawesi juga mendesak Polda Sulsel agar segera menahan Zulkifli Gani Ottoh alias Sugito, dan berkas perkaranya agar segera dilakukan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum Kejati Sulsel, agar segera disidangkan.


Dimana juga sebelumnya, Polda Sulsel berencana akan segera menahan mantan Ketua PWI Sulsel karena berkas perkara dugaan korupsi yang menjeratnya akan segera dilakukan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada Kejati Sulsel. Karena, menurutnya, penahanan itu agar lebih mempermudah dilakukan tahap dua jika JPU Kejati Sulsel telah siap.


"Sembari menunggu kordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk tahap dua. Kita rencana tahan tersangka agar tidak kesulitan nantinya ketika JPU sudah siap untuk menerima tahap dua," kata Kepala Unit Tipikor Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kompol Sutomo via pesan singkat, Minggu, (25/11/2018).


Diketahui dalam kasus ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia cabang Sulawesi Selatan (PWI Sulsel), Zulkifli Gani Ottoh atau yang akrab dipanggil Zugito ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik   Ditreskrimsus Polda Sulsel, karena diduga mengomersialkan aset Pemprov Sulsel berupa gedung dan tanpa mengantongi izin dari Pemprov Sulsel selaku pemilik aset.


Selain itu, hasil uang sewa atas aset tersebut diduga tak disetorkannya ke kas daerah Pemprov Sulsel. Sehingga atas perbuatannya diduga merugikan negara dan juga dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17/2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.


Adapun hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, ditemukan terjadi kerugian negara sebesar Rp 1.634.306.366.


Atas perbuatannya, Zugito disangkakan Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

 

  • Lodi Aprianto

 

 

 

 

loading...