Skip to main content

Koalisi Paten, MTH-Budiman Tak Khawatir Jika Pilkada Lutim Ditunda

Koalisi Paten, MTH-Budiman Tak Khawatir Jika Pilkada Lutim Ditunda
Ketua Besar Koalisi Pengusung Husler Budiman, Amran Syam. (KABAR.NEWS/Arya)

KABAR.NEWS, Malili - Kubu bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Luwu Timur, Muh. Thoriq Husler - Budiman, tak khawatir jika Pilkada serentak kembali ditunda karena kondisi pandemi Covid-19.

 

Hal itu ditegaskan Ketua Besar Tim Koalisi Pemenangan MTH-Budiman, Amran Syam. Menurut Amran, pemerintah harus punya pertimbangan terukur jika Pilkada Serentak 2020 harus ditunda.

 

Meski demikian, pihaknya selalu siap jika pilkada serentak ditunda. Bahkan, dia mengklaim MTH-Budiman siap jika pilkada digelar dalam watu dekat ini.

 

"Pada prinsipnya, tentu kita sudah siap. Hari ini pun kalau dilaksanakan pilkada pada prinsipnya MTH - Budiman siap. Tentu kalau itu ditunda, tidak mempengaruhi posisi (elektabilitas) MTH-Budiman," ujar Amran saat ditemui KABAR.NEWS di Malili, Lutim, Senin (21/9/2020).

 

Tak hanya itu, Ketua Harian DPD II Golkar Lutim ini juga menegaskan bahwa MTH-Budiman siap dengan sistem pemilihan apapun, termaksud jika pemilihan dikembalikan lewat DPRD.


Aa
Thoriq Husler dan Budiman saat mengikuti pemeriksaan kesehatan di Makassar. (Instagram/mth2periode)

 

Pernyataan tersebut menurut Amran, sebagai penegasan bahwa delapan partai politik yang berkoalisi mengusung MTH-Budiman di Pilkada Lutim adalah koalisi solid dan unggul secara jumlah kursi di parlemen.

 

"Kita sudah berada di kisaran 75 persen (elektabilitas) hampir 80 persen pemenangan MTH-Budiman. Terlepas daripada survei, tapi secara kasat mata dan kerja-kerja tim relawan, sayap, simpatisan yang begtu banyak menginginkan Thoriq Husler masih lanjut sebagai bupati dua periode. Itu jelas adanya," tutur Ketua DPRD Lutim ini.


Koalisi Permanen 5 Tahun


Sebagai Ketua Besar Partai Koalisi MTH - Budiman di Pilkada Lutim, Amran meminta partai politik pengusung tetap berjuang meraih dukungan masyarakat dan tidak menganggap koalisi delapan partai ini hanya terjalin saat momentum pilkada.

 

Menurutnya, delapan partai ini tetap akan berkoalisi selama lima tahun ke depan mengawal program pemerintah Kabupaten Lutim jika Husler - Budiman terpilih.

 

"Dari hasil konsolidasi-konsolidasi, saya mengajak teman-teman koalisi mari kita bekerja sama bersama sampai 5 tahun ke depan. Koalisi ini tidak hanya sampai 9 Desember, tapi berlanjut hingga 5 tahun," ujar Amran.

 

Diketahui, Husler-Budiman di Pilkada Lutim diusung oleh Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

 

Selain itu, Husler yang merupakan petahana Pilkada Lutim juga diusung Partai Bulan Bintang, Partai Persatuan Pembangunan dan Hanura. Jumlah total kursi partai politik pengusung Husler-Budiman sebanyak 24.

 

Flower

 

loading...