Skip to main content

Koalisi Mulai Mengerecut, Appi Bisa Gagal Jika Tak Menjegal

Koalisi Mulai Mengerucut, Appi Bisa Saja Gagal Bertarung
Bakal Calon Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Mayoritas partai pemilik kursi di DPRD Makassar telah menetapkan sikap pada pemilihan wali kota (Pilwalkot) Makassar. Tersisa di antaranya Partai Demokrat, PPP, Hanura, dan Perindo.


Keempat partai tersebut bisa saja menentukan nasib pasangan bakal calon Munafri Arifuddin (Appi) - Abd. Rahman Bando, yang kini belum bisa memastikan dukungan atau rekomendasi partai.


Dibanding pasangan lain, Moh. Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi telah mendapatkan surat rekomendasi dari Nasdem (6 kursi) dan Gerindra(5 kursi). Begitu juga Syamsu Rizal-Fadli Ananda bakal mengendarai PDI-P(6 kursi), PKS(5 kursi), dan PKB(1 kursi).


Baca juga: Pilkada Saat Pandemi Tetap Butuh Banyak "Isi Tas", Paslon Harus Kreatif

Sedang Irman Yasin Limpo atau None, yang hingga kini belum menentukan pendamping, kemungkinan mengunci PAN dan Goklar yang masing-masing mengontrol 5 kursi di parlemen.


Appi-Rahman sendiri baru bisa memastikan Partai Berkarya (1 kursi) yang telah menyatakan sikap. Dua partai lainnya yang digadang-gadang bakal mengusung memilih menahan rekomendasinya. Kedua partai tersebut PPP (5 kursi) dan Partai Demokrat (6 kursi).


Pengamat Politik UIN Alauddin Dr. Syahrir Karim berpendapat ada banyak kejutan-kejutan yang bisa terjadi dalam pertarungan politik. Termasuk usungan partai akan berlabu kepada paslon mana nantinya.


Kekhawatiran PPP dan Demokrat pada akhirnya meninggalkan Appi-Rahman bukan tanpa alasan, meski santer terdengar kalau keduanya sudah deal dan akan berada di barisan Bos PSM itu.


Menurut Syahrir, kedekatan emosional aktor-aktor politik di sekeliling kandidat dengan petinggi partai di DPP bisa mengubah konstalasi politik. Demokrat, kata dia, bisa saja berpaling kepada None melalui kedekatan dengan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.


Baca juga: Adu Rekomendasi NasDem VS Golkar: Danny Genggam Dokumen, None Sekadar Lisan

"Kalau berhitung kursi memang idealnya tiga pasang, tetapi lagi-lagi politik tidak berhitung idealisme tetapi murni kepentingan peluang untuk menang," kata Syahrir saat dihubungi KABAR.NEWS.


Menjegal lawan sebelum bertanding, menurutnya, sangat bisa terjadi. Belajar dari kontestasi sebelum-sebelumnya, berbekal dukungan DPW atau surat tugas itu masih belum aman.


"Akhirnya semua ditentukan oleh DPP, komunikasi elit inilah yg menentukan kelak arah usungan itu.,"jelasnya.

 

Menurut Ketua Prodi Ilmu Politik UIN Alauddin itu, Appi dan None punya gerbong elite masing-masing yang mampu mempengaruhi peta politik.  "Kalaupun Demokrat beralih, bisa saja partai lain akan merapat ke Appi dan seterusnya," katanya.


Dikonfirmasi, Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali(Ara) memilih berkelakar menyikapi opini-opini yang muncul terkait akan kemana usungan partainya berlabu. "Masih dalam kotak pandora, kami masih isolasi dulu. Tunggu tanggal mainnya"singkat Ara.


Terus Lobi Rekomendasi


Sementara Juru Bicara Munafri Arifuddin, Moh Fadli Noor mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang merampungkan finalisasi tahapan penjaringan yang dilakukan berbagai partai politik antara lain Berkarya, Perindo, Hanura, PPP dan Demokrat.


"Selain itu, kami tetap menjalin komunikasi politik yang intens dengan Golkar dan Gerindra,"kata politikus PSI tersebut.


Baca juga: Dana Pilwalkot Makassar Ditambah untuk Gaji Ad Hoc dan Tambah TPS

Komunikasi antar elit DPP Golkar dengan Demokrat dan bahkan yang terkini sebutnya antara Golkar dan Gerindra terkait kemungkinan koalisi mereka di berbagai pilkada terus dilakukan.

 

"Kami tentu berharap agar komunikasi antar elit DPP parpol-parpol tersebut dapat mengubah peta koalisi di Makassar yang bernilai positif buat kami," ujar Fadli.


Lanjutnya, dalam politik tidak dikenal traumatik di partai-partai untuk mengusung calon yang sudah pernah kalah sebelumnya di pilkada, sebab menurutnya setiap kontestasi baru selalu diikuti dengan kekuatan baru dan dinamika elektoral yang berbeda. "Dan Semua parpol paham akan hal itu," katanya.


"Memang hampir semua parpol belum memasuki tahap pengumuman kandidat," tandas dia.


Penulis: Rahma Amin/CP/A

 

Flower

 

loading...