Klaster Covid-19 Pekerja Apartemen 31 Makassar Terus Dilacak

Lokasi apartemen di-lockdown

Klaster Covid-19 Pekerja Apartemen 31 Makassar Terus Dilacak
Pelacakan kasus Covid-19 pada pekerja proyek Apartemen 31 di Wisma Pekerja pada beberapa waktu lalu. 






KABAR.NEWS, Makassar - Satuan Tugas Raika Kota Makassar, Sulsel, terus melakukan pengawasan terhadap puluhan pekerja yang positif Covid-19 di lokasi pembangunan Apartemen 31 Sudirman. Semua pekerja yang jumlahnya 237 orang juga telah melakukan tes swab.


Dari jumlah total pekerja, 33 di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.Namun jumlah itu masih bersifat sementara, masih bisa bertambah, sebab hasil tes 48 orang belum keluar. 


Ketua Satgas Raika Makassar Iman Hud memastikan hasil swab PCR 48 pekerja itu bisa diketahui pada Senin (7/6/2021) hari ini. Sehingga pihak puskesmas bisa melakukan tindakan selanjutnya.


"Jumlah pekerja yg mengikuti pcr swab pd sabtu tgl 5 Juni 2021. 237 pekerja, 189 (hasil yang sdh keluar) 33 yg positif," kata Iman saat dihubungi, Senin.


Iman menyampaikan, para pekerja yang positif Covid-19 tersebut memang perlu diwaspadai. Untuk mencegah penularan, Satgas Raika melakukan penyegelan dan melarang pekerja lain keluar masuk lokasi proyek.


Iman mengkhawatirkan mereka yang positif Covid-19 di lokasi apartemen terpapar varian baru yang lebih membahayakan. Olehnya itu, pihaknya melakukan pengawasan ketat pada para pekerja. 


“Ini sudah ditemukan secara fakta bahwa ada yang positif di lokasi pembangunan itu. Yang kita antisipasi bisa saja varian baru atau bukan. Kita lakukan pengawasan untuk me-lockdown bangunan dan pekerja untuk tidak keluar masuk. Kan sangat berbahaya,” terangnya


Iman juga belum memastikan penularan yang disebabkan dari pekerja proyek tersebut. Bisa jadi  juga disebabkan karena transmisi lokal.


“Bisa jadi juga di situ ada pekerja lokal. Dia pulang ke rumahnya lalu bertemu keluarganya, baru berbaur dengan orang lain itu juga bahaya,” jelasnya


Sementara, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan pihaknya menyerahkan tugas tersebut kepada Tim Covid Hunter untuk melacak perkembangan dari klaster pekerja apartemen.


Tak hanya lokasi pengerjaan proyek, Danny sapaannya menginstruksikan untuk melacak tempat tinggal hingga tempat nongkrong para pekerja.


"Tindak lanjut seperti tugasnya Covid Hunter. Sekarang dia mengejar tempat tinggalnya. Tempat kerjanya sudah. Sekarang dia lagi kejar di mana dia sering kumpul," papar Danny.


Danny bahkan akan membuat garis batas semacam police line untuk tempat-tempat yang ditemukan kasus Covid-19 untuk menyatakan tempat tersebut dilakukan penyegelan.


"Itu lagi diinvestigasi cuma memang belum ada garisnya. Ini saya mau segera bikin garis karena mestinya digaris," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B