Khadafi Tak Penuhi Panggilan BK DPRD Jeneponto

BK DPRD Jeneponto menindaklanjuti laporan istri legislator Gerindra.

Khadafi Tak Penuhi Panggilan BK DPRD Jeneponto
Wakil Ketua BK DPRD Jeneponto, Awaluddin Sindiring. (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Laporan istri legislator Gerindra, Khadafi di Badan Kehormatan (BK) DPRD Jeneponto terus bergulir. Bahkan, BK DPRD Jeneponto menyebut Khadfu mangkin dari panggilan pertama.

Wakil Ketua BK DPRD Jeneponto, Awaluddin Sindiring membenarkan jika Khadafi tidak memenuhi panggilan pihaknya. Awaluddin mengaku tujuan pemanggilan tersbeut untuk mengumpulkan bahan keterangan dan alat bukti. 

"Kita sudah melakukan langkah persuratan ke bersangkutan. Hari ini sebenarnya jam 1 (13.00 Wita) kami tunggu, tapi sampai jam sekian belum ada di ruang ini," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Senin (3/5/2021).

Ia mengaku pihaknya akan kembali melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap Khadafi. Jika tetap mengindahkan maka pihaknya bisa melanjutkan kasus tersebut.

"Kita akan melakukan pemanggilan kedua sampai ketiga. Ketika pemanggilan ketiga juta tidak direspon, maka dengam sendirinya BK akan berlanjut untuk prosed-proses yang kita hanya kumpulkan pengumpulan baket," kata dia.

Meski demikian, Awaluddin tak ingin cepat menyimpulkan terkait sanksi yang bisa menjerat Khadafi. Pasalnya, saat ini kasus tersebut masih berproses. 

"Terkait nanti bagaimana proses sanksinya itu kita tunggu tata cara beracara," tuturnya.

Dia mengaku belum bisa memastikan kasus tersebut besar atau tidak. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil full baket dan penyelidikan dari tim dilapangan.

"Iya, nanti kita lihat sejauh mana nanti hasil teman-teman untuk pengumpulan baket dan hasil penyelidikan. Nanti kita lihat terkait pengaduan si wanita itu nanti kita konfirmasi sejauh mana. Dan ini juga tetap kami akan konsultasikan le tingakat lebih tinggi," terangnya.

Namun, ketika pegadu dan teradu telah dipanggil untuk dimintai keterangan, di situlah BK akan menyimpulkan sedang atau berat kasus tersebut.

"Nanti mungkin setelah pemanggilan untuk mengambil keteranganya si pengadu dan teradu itu nanti kita lihat sejauh mana pelanggaranya apakah sedang atau berat. Kita ada berapa tingkatan," tuturnya.

Penulis: Akbar Razak/B