Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Pemerasan SYL

* Setelah memeriksa puluhan saksi

Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Pemerasan SYL
Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta. (IST/KPK)

KABAR.NEWS, Jakarta - Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau SYL.


Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka usai pihaknya melakukan gelar perkara.


"Saudara FB selaku ketua KPK RI sebagai tersangka dalam perkara dugaan tipidkor berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau penerimaan hadiah atau janji oleh pegawai negeri penyelenggara negara berhubungan dengan jabatan," kata Ade dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/11/2023) malam dikutip dari Kumparan.


Dari gelar perkara itu, Ketua KPK Firli Bahuri disangkakan pasal tindak pidana korupsi berupa pemerasan, gratifikasi dan suap saat menyelidiki kasus yang menimpa SYL.


"Pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau penerimaan hadiah atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan penanganan permasalahan hukum di Kementan RI pada kurun waktu tahun 2020 sampai tahun 2023," kata Ade.


Dalam perkara ini, Firli telah telah dimintai keterangannya sebanyak dua kali di Bareskrim Polri pada Selasa (24/10/2023) dan Jumat (20/11/2023).


Polisi juga sudah menggeledah kediaman Firli di kawasan Bekasi dan Jalan Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan.


Hingga kini total sudah 91 orang saksi dan 8 ahli. Di antaranya, SYL, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, hingga bos Hotel Alexis Alex Tirta. Polisi menyatakan sudah punya cukup alat bukti untuk menjerat Firli sebagai tersangka.


Firli diduga memeras SYL saat menyelidiki dugaan korupsi di Kementan RI. KPK sendiri telah menetapkan SYL sebagai tersangka pemerasan dan tindak pidanan pencucian uang pada 13 Oktober 2023.