Kesaksian Warga Soal Kasus Pembunuhan Warga Kelara Jeneponto

*Polisi kembali memanggil empat orang saksi

Kesaksian Warga Soal Kasus Pembunuhan Warga Kelara Jeneponto
Foto ilustrasi kasus pembunuhan. (KABAR.NEWS/Arya Wicaksana)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Penyidik Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali memeriksa saksi - saksi untuk mengungkap siapa pelaku dan motif penganiayaan hingga tewasanya warga Desa Samataring, Kecamatan Kelara bernama Yasa pada 5 Desember 2021.


Keempat saksi tersebut diperiksa polisi pada Selasa (15/2/2022) kemarin. Polres Jeneponto kembali menghadirkan saksi setelah pihak keluarga terus mempertanyakan pengembangan kasus ini. 


"Untuk hari ini (Selasa, red) dipanggil empat saksi lagi sebagai saksi petunjuk. Yang mana dari panggilan keempat itu hadir tiga orang," kata Kanit Tipidter Polres Jeneponto Aipda Syahrir kepada wartawan.


Hanya saja, keterangan ketiga saksi tersebut sama dengan keterangan saksi sebelumnya yang pernah diperiksa. Hal inilah yang membuat penyidik semakin kesulitan untuk menggalih informasi.


"Cuma kendalanya kita di sini dipenyidik itu, keterangan saksi hampir sama dengan keterangan saksi sebelumnya yang intinya pada semua tidak tahu," ungkapnya.


Pihak keluarga Yasa sendiri mengklaim jika para saksi yang dipanggil mengetahui kejadian pembunuhan itu. Pria 50 tahun ditemukan tewas menggenaskan dengan sejumlah di pematang sawah.


"Sedangkan dari versi keluarganya korban itu mengatakan bahwasahnya mereka mengetahui kejadian pembunuhan tersebut," ujar Syahrir.


Syahrir menjelaskan bahwa saksi yang diperiksa ini berkapasitas hanya mendegar dari telinga orang-orang jika ada kasus pembunuhan. Sudah 9 saksi yang diperiksa.


"Semua saksi itu sistem mendengarkan kejadian itu dari orang lain, dia tidak menyaksikan sendiri semua saksi mengatakan tidak berada di tempat kejadian," ucapnya.


Beberapa dari mereka memberikan kesaksian yang bervariasi. Dimana ada satu saksi mengetahui ada penganiayaan yang berujung pembunuhan, tetapi tidak berada di tempat.


"Ada saksi yang kita periksa sesaat setelah kejadian subuh, nanti pagi dia ketahui. Cuma keterangan itu yang bisa dijelaskan oleh saksi," beber Syahrir.


Penulis: Akbar Razak/B