Skip to main content

Kerap Lakukan Pencurian dan Kekerasan, Bule dari Jeneponto Diringkus Polisi 

Kerap Lakukan Pencurian dan Kekerasan, Bule dari Jeneponto Diringkus Polisi 
Pelaku tindak pencurian dan kekerasan, Parasyam alias Bule saat diamankan di Polres Maros (KABAR.NEWS/Asiz)

KABAR.NEWS,Maros - Seorang pemuda bernama Parasyam alias Bule (28), warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan, diamankan oleh petugas Satuan Reskrim Polres Maros atas tindakan pencurian dan kekerasan.


Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Deni Eko menjelaskan, pelaku sebelumnya diamankan di kabupaten Jeneponto. Dimana  dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura sebagai sopir angkutan antar daerah menggunakan mobil rental.

 

"Memang benar Satreskrim Polres Maros amankan tersangka atas nama Parasyam alias Bule. Yang bersangkutan dulu berprofesi sebagai sopir pete-pete, kita amankan dikediamannya, modus yang bersangkutan berpura-pura menjadi sopir antar kabupaten," katanya, Selasa (12/2/2019).

 

Lebih lanjut Deni menjelaskan, pelaku terdiri dari dua orang dimana satu diantaranya berperan sebagai sopir dan lainnya berperan sebagai penumpang yang menyekap korbannya.

 

“Jadi korban ketika naik diangkutan tersangka, kemudian dilakukan penyekapan dengan ditutup kain hitam kemudian diancam pakai badik dan diambil barang berharga, seperti uang, maupun hp dan kartu ATM kemudian tersangka menanyakan Pin ATM,” terangnya.

 

Selain itu lanjut Deni, setelah merampas harta benda korban kemudian didorong dari mobil oleh kedua pelaku sehingga mengalami luka robek bagian kepala, dan luka memar pada dahi.

 

“Setelah harta benda digasak, korbannya didorong keluar dari mobil, sehingga mengalami luka,” bebernya.

 

Aksi bejat pelaku mulai terungkap saat salah seorang korban bernama Amien Triningsih (51) warga kota Makassar, melaporkan kejadian itu pada petugas. Dimana pada (1/2/2019) jum’at lalu, dia hendak berangkat ke kabupaten Pinrang menggunakan kendaraan umum.

 

Setiba di lampu merah patung kuda Kabupaten Maros, iya kemudian menaiki mobil minibus yang digunakan pelaku beraksi. Ditengah perjalanan, pelaku kemudian menggasak harta benda miliknya termasuk uang tunai Rp300.000, Handphone,  kartu dan PIN ATM serta barang berharga lainnya dengan total kerugian Rp7000.000. Korban juga diturunkan di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa.

 

Sementara itu, pelaku Parasyam Alias Bule yang menempati rumah kos di Kassi Kebo, Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros  ini,  mengaku telah menjalankan aksi serupa sebanyak dua kali. Namun baru berhasil menggasak harta benda milik korbannya.

 

“Sudah dua kali beraksi di Maros, saya dua orang. Awalnya itu orang mau ke pinrang, saya pura-pura sebagai sopir angkutan dan mengambil itu orang di lampu merah kota Maros, kemudian saya ancam pakai badik didalam mobil,” Bebernya.

 

Pelaku juga mengaku, jika aksi bejat itu dilakukan untuk membayar hutang di kampung halamannya. “Uangnya Saya pakai bayar hutang di kampung sama beli hp, saya baru dua kali melakukan, korbannya semua ibu-ibu,” Tuturnya.

 

Atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku, iya kemudian dihadiahi timah panas pada kedua kakinya oleh petugas, sementara satu pelaku lainnya yang berperan sebagai sopir dalam pengejaran petugas. Pelaku kemudian dijerat dengan ancaman hukuman pasal 365 dengan 9 tahun penjara.

 

  • Asiz