Skip to main content

Kenangan Tentang Si Abah dalam ‘Keluarga Cemara’ yang Telah Berpulang

kabar.news

Adi Kurdi. (Instagram/@indriwidyt).


 

KABAR.NEWS – Adi Kurdi telah berpulang. Memang tak banyak yang mengenal siapa Adi Kurdi. Namun jika mengaitkannya dengan sosok Abah dalam serial ‘Keluarga Cemara’ maka anak-anak generasi 90'an pasti tidak asing dengan sosoknya.

 

Tutur kata santun, sikap bijak, sabar, dan pekerja keras adalah beberapa karakter Adi Kurdi dalam serial keluarga cemara.

 

Hampir jarang sekali terlihat kemarahan dan raut kesal di wajah Abah, meskipun masalah yang datang bertubi-tubi menimpa keluarganya tersebut. Kepada ketiga anaknya, setiap dialog yang diucapkannya sarat makna layaknya sebuah nasihat.

 

Tak heran jika banyak anak-anak yang mengidolakannya dan melihat figur ayah ideal dari karakter tersebut.

 

Meninggal Karena Tumor Otak

 

Figur kuatnya sebagai seorang ayah akan terus membekas dalam ingatan. Meski si Abah telah meninggal dunia di usia 71 tahun, Jumat (8/5/2020) kemarin. Ia mengalami tumor otak dan sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.

 

Pemakaman aktor senior tersebut berlangsung hari ini, Sabtu (9/5/2020) di Bengkel Teater WS Rendra, Cipayung, Depok.

 

Dimulai sejak pukul 11.00 WIB, pemakaman berlangsung khusyuk. Proses itu hanya dihadiri keluarga serta sahabat dekat almarhum saja.

 

Keluarga pun terlihat ikhlas dan tabah hingga di akhir pemakaman sosok Abah di serial 'Keluarga Cemara'. Acara kemudian ditutup dengan Doa Bapak Kami dan lantunan lagu 'Derek Dewi Maria' saat penaburan bunga.

 

Sosok Adi Kurdi di mata keluarga

 

Mendampingi Adi Kurdi sejak tahun 80-an, Barnadetta Siti Restyastuti, mengingat suaminya itu sebagai sosok yang humoris.

 

"Ia itu orang yang humoris. Sama keluarga sering becanda," ungkapnya saat ditemui di pemakaman Adi Kurdi di Bengke Teater WS Rendra, Cipayung, Depok, Sabtu (9/5/2020).

 

Selain itu, Adi juga merupakan sosok yang sangat mencintai dunia seni peran. Bahkan meski penglihatannya menghilang, ia tetap berakting seperti halnya orang normal di film 'Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah'.


"Ia penglihatannya sudah nggak ada, tapi masih main film, jadi orang yang bisa ngelihat, sampai terakhir dia berjuang. Ia pun

cerita setiap selesai adegan, teman-temannya tepuk tangan," ujar sang istri bangga.

 

Flower

 

loading...