Skip to main content

Kenalkan AKP Syahrul Regama, Polisi Bersuara Merdu dari Jeneponto

ddd
AKP Syahrul Regama (IST)


KABAR.NEWS, Jeneponto - Terungkap, salah seorang anggota Polres Jeneponto berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) punya hobi di bidang lain sebagai musisi yang dapat menghibur masyarakat Jeneponto. Hampir semua alat musik mampu dimainkan. Anggota Polres tersebut AKP Syahrul Regama yang saat ini menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Jeneponto dan Plt Kasubang Humas. 

Polisi yang satu ini selain disiplin kerja dikesatuannya juga menyalurkan hobinya dibidang musik untuk mengisi acara acara seremonial dengan suaranya yang merdu itu. AKP Syahrul mengatakan Tugas utamanya adalah sebagai Polisi yang mengayomi dan melindungi masyarakat. 

Selain itu, jika terdapat waktu luang terkadang menyempatkan diri untuk menghibur masyarakat jeneponto dengan keahlian yang dimilikinya diacara acara serimonial dan acara lainnya. Mengingat kata Syahrul, sebelum menjadi Polisi sewaktu masih duduk di bangku SMA salah satu sekolah di Jeneponto pada tahun 1995 pernah menjadi pengamen di Kota Makassar di atas mobil Damri. Keadaan itu terjadi bukan karena butuh uang, namun hanya menguji diri bagaimama cara untuk mendapatkan uang. 

"Saya pernah jadi pengamen, waktu masih SMA, Tapi keadaan yang terjadi itu saya tidak butuh uang, hanya ingin merasakan bagaimana cara mencari uang dengan cara mengamen. Saya merasakan betapa susahnya mencari uang. Itu pun tidak berlangsung lama dan tidak diketahui oleh kedua orang tua," ungkapnya, akhir pekan ini.

Pada tahun 1995 sampai 1997 lanjut pada musik orkes Melayu dengan posisi sebagai pemain, seruling, gitar dan piano itu dilakukan dari panggung ke panggung dihonor Rp5 rupiah yang dilakukan  sebagai penyaluran hobi yang berlangsung hanya kurang lebih tiga tahun.

Jadi pada tahun 1996 itu tampil di salah satu stasiun televisi (TVRI) menjadi vokalis lagu daerah di bawah naungan orkes Bunga Mawar pimpinan Sucipto, Jl Kakatua Makassar. "Lagu yang saya ambil itu berjudul "Empo Risayang Rannu," ucap Syahrul. 

Namun karena cita-cita yang mendorong untuk mendaftar polisi pada tahun 1997, Sekolah Calon Bintara (Secaba) Prajurit Karir (PK) Angkatan 16 SPN Batua 1997-1998 Ujung Pandang. Maka hobi yang satu itu ditinggal sementara dan menuju kota Ujung Pandang.

"Saya mendaftar polisi pada tahun 1997 dan dilantik 1998 angkatan 16 SPN Batua Ujung Pandang lulusan Sekolah Calon Bintara (Secaba) Prajurit Karir (PK). Namun karir di bidang musik itu tidak berlangsung lama. Masa pendidikan bintara adalah masa yang memisahkanku dengan karir sebagai seniman. Alhamdulillah cita cita menjadi polisi terwujud," tutup Syahrul.

Simak videonya:

 

  • Hardi