Kenal Caleg Iqbal Arifin: Wakil rakyat Harus Selesai dengan Diri Sendiri 

* Iqbal Arifin adalah caleg DPRD Sulsel di Dapil Bulukumba - Sinjai

Kenal Caleg Iqbal Arifin: Wakil rakyat Harus Selesai dengan Diri Sendiri 
Caleg DPRD Sulsel dapil Bulukumba dan Sinjai, Muh. Iqbal Arifin. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Kampanye Pemilu 2024 secara resmi dimulai pada Selasa (27/11/2023) hari ini. Para kontestan calon legislatif mulai tancap gass menyosialisasikan diri hingga menawarkan gagasan kepada rakyat jika nanti terpilih.


Satu di antara banyaknya caleg itu adalah Muhammad Iqbal Arifin. Namanya tidak asing dalam langgam politik Sulawesi Selatan (Sulsel). Sosoknya dikenal sebagai mantan aktivis di kampus merah Universitas Hasanuddin. 


Mengendarai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Iqbal Arifin berjuang mewakili rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Bulukumba Sinjai untuk DPRD Provinsi Sulsel.


Sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP Sulsel, Iqbal Arifin paham betul dengan peran anggota dewan. Menurutnya, menjadi wakil rakyat memiliki tugas kompleks dan tidak mudah.


"Kalau dari pandangan kalimat wakil saja ini sebenarnya sebuah tugas yang tidak gampang. Dari sisi pengertian kata saja (wakil), bukan sesuai yang mudah. Jadi wakil itu adalah mengemban satu tugas yang dipercayakan satu kelompok (masyarakat) kepada dirinya. Kalau kita bicara wakil rakyat tentu saja kita mewakili rakyat," ujar Iqbal Arifin dalam sebuah tayangan YouTube dikutip Selasa.


Iqbal Arifin berpendapat, meskipun anggota DPRD membawa identitas partai politik, tapi tugasnya adalah mewakili seluruh masyarakat, tanpa membedakan daerah pemilihan.


Maka sebelum memutuskan menjadi caleg, seseorang harus memastikan diri bahwa yang diwakili adalah kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.


Wakil Rakyat adalah Penghubung


Dalam membahas kinerja wakil rakyat saat ini, Iqbal Arifin menyatakan bahwa evaluasinya bersifat relatif, dengan posisi sentral sebagai penghubung antara keinginan masyarakat dan pemerintah. 


Menurutnya, indikator kinerja anggota parlemen adalah kemampuan untuk bicara atas nama seluruh rakyat tanpa memandang latar belakang politiknya.


"Kalau kita mau kupas (DPR yang baik) itu relatif, tapi dari pengamatan luar ada baik buruknya. Kita tidak bisa menyamaratakan semua, yang jelas wakil rakyat itu posisinya sentral atau penghubung apa yang sebenarnya menjadi keinginan masyarakat," kata pria kelahiran 11 Mei 1972 ini.


"Tidak gampang itu menjadi wakil rakyat. Tapi kalau untuk menjadi wakil, kita harus selesai dulu dengan diri kita sendiri. Kalau kita belum selesai dengan diri kita, kita khawatir ke depan bukan rakyat yang diwakili, tapi pribadi kita yang diwakili," sambungnya.


Dalam kesempatan itu, Iqbal Arifin juga membahas isu pendidikan dan peran partai politik dalam menyeleksi calon legislatif. 


Dia mencotohkan partainya, bahwa PDIP sangat memperhatikan proses seleksi, fokus pada kemampuan dan pemahaman calon terhadap masalah masyarakat.


Baginya, tugas utama seorang wakil rakyat atau DPRD adalah menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dengan tugas legislasi, anggaran, dan pengawasan.


"Ketat kita (PDIP), bahkan ada sistem skoring dan melihat jejak rekam sebelumnya. Misalnya dia pernah bicara ekonomi, sosial, jadi itu jadi kredit poin. Di PDIP, apapun latar belakang Anda, agama anda, silahkan masuk (PDIP), yang penting anda punya skill dan kemampuan, juga harus bisa menarasikan ideologi Pancasila," ujarnya.


Janji untuk Warga Bulukumba - Sinjai 


Iqbal Arifin, menyampaikan tentang komitmennya untuk mengelola potensi daerah, khususnya di Bulukumba dan Sinjai. Dia menekankan bahwa potensi dua daerah tersebut harus dikelola dengan baik. 


Misalnya, Sinjai memiliki hutan mangrove terpanjang kedua di dunia, sedangkan Bulukumba terkenal sebagai pusat pembuatan kapal tradisional Pinisi.


Dia menyatakan bahwa pengelolaan potensi ini tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah kabupaten, tetapi memerlukan sinergitas yang kuat antara berbagai pihak. 


Iqbal Arifin juga memandang milenial sebagai agen perubahan, yang perlu dikelola dengan baik untuk menjaga eksistensi negara.


Untuk itu, jika dirinya duduk sebagai anggota DPR Provinsi Sulsel berjanji untuk mengirimkan minimal 4 anak muda setiap tahun untuk belajar di luar negeri. Namun, dengan syarat bahwa mereka harus kembali dan berkontribusi dalam pengembangan daerahnya.


"Yang saya lakukan nanti untuk Bulukumba dan Sinjai. Jika saya duduk Insya Allah saya berupaya setiap tahun saya akan berangkatkan minimal 4 orang anak muda untuk sekolah di luar negeri. Tapi dengan catatan kita buat perjanjian, anda pulang kembangkan daerah kalau sudah selesai sekolah," ungkapnya.


Pada pemilu nanti, Iqbal Arifin menargetkan kurang lebih 40 ribu suara yang tersebar di 19 kecamatan di dapil tersebut. Di Kabupaten Sinjai ada 9 kecamatan dan Bulukumba 10 kecamatan.


Tolak Politik Uang


Selain itu, Iqbal Arifin secara tegas dan terbuka menolak politik uang. Dia menekankan, maju sebagai calon wakil rakyat dengan harapan bisa duduk dan dipilih dengan hati nurani masyarakat. 


"Kalau pola money politik jangan pilih saya, saya mau jadi anggota DPRD bebas merdeka, saya mau ketika duduk di DPRD saya tidak memikirkan utang-utang yang harus saya bayar," sebutnya.


Terakhir, Iqbal Arifin menyampaikan perjuangan masyarakat harus dilakukan secara terus menerus. Sebab menurutnya tidak ada kebenaran yang absolut, namun yang absolut adalah bagaimana perjuangan yang dilakukan dengan progresif dan revolusioner.


"Kalau kita mengacu kepada dialektika bahwa ada tesa ada antitesa, ada sintesa. Ketika ada soal lalu ada jawabannya kemudian ada pemecahannya, pasti akan muncul persoalan lain begitu dialektikanya. Makanya perjuangan itu harus terus digaungkan dengan narasi - narasi bagaimana ideologi Pancasila merekatkan kita semua, partai politik menjadi satu lembaga pengusung anggota legislatif ini juga harus memainkan peran dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," pungkasnya