Skip to main content

Kementerian PUPR Resmin Teken Proyek Pembangunan IPAL Losari

IPAL Loasi
Penandatanganan kontrak ini diteken bersama PT Waskita Karya sebagai pelaksanan proyek yang dilaksanakan di Hotel Swissbell, Jalan Ujungpandang, Kamis (14/11/2019). (ist)


KABAR.NEWS, MAKASSAR - Direktorat Karya Cipta Kementrian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya menandatangani program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP) atau yang dikenal dengan program Pengelolahan Air Limbah Losari (IPAL Losari).


Penandatanganan kontrak ini diteken bersama PT Waskita Karya sebagai pelaksanan proyek yang dilaksanakan di Hotel Swissbell, Jalan Ujungpandang, Kamis (14/11/2019). 


Setelah 10 tahun diwacanakan, menurut Kepala Balai Prasarana dan Pemukiman, Ahmad Asiri, bahwa Kota Makassar siap untuk membangun sistem IPAL ini.


"Proyek ini sudah makan waktu dan tenaga, akhirnya kita bisa tandatangani hari ini. Hal ini memang disiapkan pada jangka panjang karena ini memang tidak mudah," jelasnya. 


Asiri menjelaskan bahwa proyek IPAL terdapat pemasangan jaringan perpiaan yang terbilang cukup panjang, sekira 42 Km, dan terdapat 2 wilayah administrasi yang termasuk di dalamnya, yaitu Kecamatan Mamajang dan Mariso. 


"Terdapat tiga kegiatan utama dalam proyek ini. Kami akan lakukan pembangunan IPAL-nya di Maccini Sombala, pemasangan 1 unit Pompa dan pemasangan sistem jaringan perpipaan di 85 Km," jelas Asiri. 


Direktur Pengembangan dan Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian PUPR, Prasetyo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan target pembangunan sanitasi di wilayah perkotaan. Proyek IPAL ini ditargerkan akan selesai selama 4 tahun pengerjaan.


"Saat ini sudah 13 kota yang memiliki sistem IPAL, sementara lainnya masih sedang pembangunan seperti Jakarta, Jambi, Pekanbaru, Riau dan saat ini baru akan dibangun di Makassar," jelasnya. 


Prasetyo menjelaskan bahwa proyek ini atas pendanaan bersama, yaitu APBN, APBD Kota Makassar dan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

"Kita mendanai sekitar Rp1,26 Triliun yang masing-masing paket didanai 3 hal tersebut. Proyek ini memang jangka panjang dan tidak mudah, jadi dimohon kerjasama semua pihak," sebutnya. 


Sementara, PJ Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb menjelaskan bahwa proyek ini memang sangat dibutuhkan di Makassar. Terlebih, kata dia, limbah di Kota Makassar saat ini sudah sangat parah.

"Terdapat 8 saluran yang muaranya ke Pantai Losari, yang paling besar di Kanal Bongayya, sekarang sudah tidak bisa diubah itu, sekarang kita fokus bagaimana pembuangan itu airnya sudah bersih," tandasnya. 


Menurut Iqbal, proyek ini mesti dilakukan pengawasan agar targetnya dapat terlaksana tepat waktu."Saya harapkan tahun depan kita sudah bicara lagi dalam ruangan, tapi kita sudah bicara di lapangan pekerjaan proyek ini, dan jangan ada yang dibiarkan merecoki," harapnya. 

 


Fitria Nugrah Madani/CP/A

 

loading...