Keluh Petani Bawang di Jeneponto Terancam Gagal Panen 

Minimnya pupuk dan juga curah hujan tinggi di Jeneponto.

Keluh Petani Bawang di Jeneponto Terancam Gagal Panen 
Tanaman bawang milik Mantang di kampung Pammanjengang, Kelurahan Bonto Tangga, Kacamatan Tamalatea, Jeneponto terancam merugi dan gagal panen. (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kelangkaan pupuk yang terjadi dan tingginya curah hujan di Jeneponto membuat resah petani bawang. Mereka terancam gagal panen dan berpotensi merugi. 

Seorang petani bawang di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bonto Tangga, Kecamatan Tamalate, Jeneponto, Mantang mengeluhkan kelangkaan pupuk. Ia mengaku hanya bisa mendapatkan dua sak pupuk dari agen. 

"Langkanya pupuk membuat kami petani susah. Untuk dapat pupuk di agen cuma bisa dua sak," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Sabtu (23/1/2021). 

Selain kelangkaan pupuk, tanaman bawang miliknya juga rusak akibat tingginya curah hujan yang terjadi di Jeneponto. Dia mengaku pasrah jika hasil panennya tidak maksimal. Mantang berharap agar pemerintah terkait segera memberikan solusi terkait langkahnya pupuk. 

"Semoga pemerintah cepat dan dapat memberikan solusi agar masalah langkanya pupuk segera diatasi dan berharap agar cuaca bisa lebih bersahabat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pertanian Dinas Pertanian Jeneponto, Faisal Bakri berdalih kelangkaan pupuk bukan karena minimnya stok, tetapi karena distribusi dari distributor ke pengecer akibat kekurangan armada pengangkut. 

"Kurangnya pasokan pupuk itu diakibatkan karena minimnya armada mobilisasi ke distributor. Demikian halnya juga distributor terkendala dalam penyaluran ke pengecer," terangnya kepada wartawan. 

Ia menyarankan kepada petani untuk mengasuransikan lahannya agar tidak merugi akibat gagal panen. 

"Agar petani tidak merugi akibat gagal panen, petani diharapkan agar mengasuransikan lahan agar ada ganti rugi dari pihak asuransi," pungkasnya. 

Penulis: Akbar Razak/B