Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Jeneponto Sempat Mimpi Ada Makam Bersusun

*Kecelakaan maut tersebut menewaskan 5 orang yang merupakan satu keluarga

Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Jeneponto Sempat Mimpi Ada Makam Bersusun
Suasana rumah duka korban kecelakaan maut di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jumat (24/12/2021). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kecelakaan maut yang merenggut 5 nyawa di jalan poros Kabupaten Jeneponto - Takalar, Sulawesi Selatan, tepatnya di kampung Garonggong, Desa Tujuh, Kecamatan Bangkala Barat, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.


Salah satu keluarga korban bernama Hasbullah Siga, mengaku ikhlas atas kematian keluarganya. Dia mengaku, sebelum insiden maut tersebut, anggota keluarga memiliki firasat dan bermimpi ada makam bersusun-susun di samping rumah korban.


"Sebelum kejadian itu yah semua keluarga punya firasat. Bahkan ada keponakan itu bermimpi dua malam terus-terus melihat kuburan bersusun-susun. Tapi kita biasa saja itu," ujar Hasbullah kepada KABAR.NEWS saat ditemui di rumah duka di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jumat (24/12/2021).


Selain itu, pada Kamis (23/12/2021) kemarin, Hasbullah mengaku anaknya diajak oleh salah satu korban bernama Niar yang juga keponakannya, untuk ikut bersama rombongan menumpangi mobil pikap tersebut. 


Namun, ajakan korban kepada anak Hasbullah ditolak karena alasan rawan banjir dan kecelakaan. Almarhum bahkan sudah datang menjemput di rumah Hasbullah.


"Itu sepupunya (Niar, red) dia panggil sambil jemput. Bilang mana adeku? Saya mau bawah ke ulang tahun ku. Saya bilang minta maaf, kenapa mesti jauh - jauh padahal inikan rawan kecelakaan, apalagi musim banjir. Saya tidak biarkan adekmu ikut," ujar Hasbullah menirukan ucapannya kepada korban.


Kepergian para korban itu dinilai sangat mengejutkan. Tak ada yang menyangka mereka akan pergi secara tragis.


Berdasarkan pantauan KABAR.NEWS di rumah duka, lima korban kecelakaan maut tersebut dimakamkan tepat di samping rumah. Isak tangis keluarga tumpah saat prosesi pemakaman.


Diberitakan sebelumnya, mobil pikap bernomor polisi DD 8470 RM yang ditumpangi kelima korban mengalami kecelakaan tunggal diduga karena sopir lepas kendali usai melindas jalan berlubang dan menghantam pohon lalu terbakar.


"Korban dalam insiden kecelakaan ini dua orang, menyusul lagi tiga meninggal di puskesmas. Penumpang ada 9 orang dengan sopir," ujar Kasat Lantas Polres Jeneponto AKP Syaharuddin kepada KABAR.NEWS di kantor polisi, Kamis kemarin.


Penulis: Akbar Razak/A