Kejari Makale Setor uang Rp3,5 miliar Kasus PT. Axelle

Barang bukti

Kejari Makale Setor uang Rp3,5 miliar Kasus PT. Axelle
Kasi Intelejen Kejari Toraja, Ariel Denny Pasangkin (kiri) didampingi Kasi Barang Bukti Barang Rampasan Ridwan saat memberikan keterangan kepada awak media di Kejari Makale, Rabu (3/3/2021). (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Makale - Kejaksaan Negeri ( Kejari) Tana Toraja (Tator) Makale, Sulawesi Selatan, menyetor barang bukti kasus PT Axelle berupa uang tunai ke kas Negara melalui Kantor Cabang BRI Rantepao, Rabu (3/3/2021).


Kasi Intelejen, Ariel Denny Pasangkin didampingi Kasi Barang Bukti/Barang Rampasan Ridwan menjelaskan bahwa pihak Kejari Makale telah menyetor barang bukti/barang rampasan PT. Axelle berupa uang tunai ke kas negara berjumlah Rp3,5 miliar atau Rp3.586.388.350,00


"Barang Bukti yang dirampas untuk negara berupa uang tunai sebesar Rp3.586.388.349,60 kami setor sebesar Rp3.586.388.350,00," ungkap Denny saat memberikan keterangan setelah menyetor uang tunai.


Denny menjelaskan ada 4 terdakwa PT. Axelle Jaya Management yang bergerak di bidang jasa keuangan Trading Forex, telah dinyatakan terbukti dan bersalah oleh Pengadilan karena melakukan tindak pidana di bidang perbankan.


"Ada 4 tersangka, 3 sudah inkrah yakni AR, WS dan OH yang masing-masing dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider pidana kurungan 6 bulan sementara  1 tersangka lainnya mengajukan kasasi yakni YT yang dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider pidana kurungan 6 bulan," terang Kasi Intel Denny.


Menurut Denny, terdakwa YT melakukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Makale, namun banding ke Pengadilan Tinggi Makassar tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Makale dan saat ini YT mengajukan upaya hukum Kasasi di Mahkamah Agung.


"Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini sedang menyusun kontra memori kasasi terkait kasasi yang diajukan oleh YT Alias Totti," pungkasnya


Sementara Kasi Barang Bukti/Barang Rampasan Kejari Tator Ridwan, menambahkan bahwa selain uang tunai, adapun barang bukti yang berkekuatan hukum tetap dirampas untuk negara yakni 3 unit mobil beserta STNK, 5 unit motor, 6 buah TV LED dan 5 buah CPU beserta keyboard.


"Segala Barang Bukti berkekuatan hukum masih ada di Lokasi Kantor, jika ada isu bahwa BB digunakan oleh pihak kejaksaan, pertemukan kami dengan orang yang berbicara hal tersebut dengan melampirkan bukti," tegas Ridwan.


Lanjut Ridwan bahwa barang bukti yang telah memiliki hukum tetap akan segera dieksekusi.


"Nanti kita dikordinasikan untuk  dengan cara dilelang, kita menunggu surat rekomendasi dulu karena pelelangan itu ada prosedurnya yang berkaitan dengan instansi lain," tutupnya.


Penulis: Febriani/A