Kejar Target, Danny Pomanto akan Undang warga Makassar Ikut Vaksinasi Covid-19

Undangan segera disebar

Kejar Target, Danny Pomanto akan Undang warga Makassar Ikut Vaksinasi Covid-19
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto saat meluncurkan program Makassar Recover. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Percepatan vaksinasi Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus dilakukan demi mencapai target dan secepat mungkin membentuk kekebalan kelompok (herd imunity). 


Salah satu upaya yang dilakukan Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto untuk mengebut program ini adalah mengundang warga ikut vaksinasi Covid-19.

"Saya akan tanda tangani surat undangan ke warga Kota Makassar yang belum divaksin, saya juga minta pada para camat dan lurah agar mencari warganya yang belum divaksin. Nanti bisa dibantu anggota Babinkantibmas Polsek dan Koramil setempat," kata Danny di Makassar, Selasa (14/9/2021).


Danny menjelaskan, Pemkot Makassar harus mengejar target vaksinasi sebanyak 1,1 juta warga. Namun hingga saat ini, jumlah warganya yang telah divaksin baru mencapai 56 persen. 


Maka dari itu, Pemkot Makassar menggenjot percepatan vaksinasi dengan meminta kepada Pemprov Sulsel agar menambah stok vaksin untuk kota Makassar


"Stok dosis vaksin di Makassar sekitar 144 ribu, kami harap juga Pemprov Sulsel memprioritaskan Makassar untuk menambah stok vaksin, kesuksesan vaksinasi tergantung lagi jaminan stok dari pemerintah," jelas Danny.


Lebih lanjut, Danny berharap tim vaksinator Pemkot Makassar mampu melakukan vaksinasi di 100 rukun tetangga (RT) per hari di 15 kecamatan. Jika hal ini mampu dilakukan, maka dirinya optimis bisa menuntaskan program vaksinasi dalam waktu dekat. 


"Selama ini warga divaksin atas inisiatif sendiri, kita mau percepat proses menuju herd immunity per-kecamatan, dengan melakukan vaksinasi di 100 RT serentak perhari, dengan perkiraan ada 150 warga di tiap RT yang belum divaksin, dua hari kecamatan bisa tuntas, dua minggu bisa tuntas seluruhnya," tutup wali kota dua periode ini.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B