Keindahan Agrowisata Bontolojong Jeneponto Tak Didukung Akses Memadai

Pengunjung harus melewati jalanan berbatu

Keindahan Agrowisata Bontolojong Jeneponto Tak Didukung Akses Memadai
Spot camping di Agrowisata Bontolojong, Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)












KABAR.NEWS, Jeneponto - "Butta Turatea" Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kegersangan cukup tinggi.


Tapi, siapa sangka, di balik gersangnya daerah ini tersimpan sejuta keindahan alam. Salah satunya Agrowisata Bontolojong. Wisata ala pengunungan ini terletak di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia. Lokasinya berada 2.000 kaki di atas permukaan laut.


Berjarak sekitar 50 kilometer dan waktu tempuh sekitar 3 jam dari pusat perekonomian Kabupaten Jeneponto, agrowisata ini menjadi salah satu incaran para penyuka alam terbuka. (Baca juga: Menikmati Sejuknya Permandian Alam Bora, Destinasi Liburan di Palopo)


Para pengunjung yang datang biasanya berkemah. Udara sejuk dan kabut tebal akan menemani Anda sejak pagi hingga malam hari. Wisata alam ini masih asri. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati wisata kebun kopi. Ini adalah salah satu spot foto terfavorit.


Bukan hanya itu, objek wisata ini rencananya akan dibangun beberapa fasilitas. Seperti kolam renang, kolam ikan tawar, villa dan gazebo.

Sayangnya, meski Agrowisata Bontolojong merupakan pegunungan yang cukup indah, namun akses menuju puncaknya butuh perhatian pemerintah. Dengan kata lain, infrastruktur jalan di lokasi ini belum memadai.


Akses jalan menuju obyek wisata ini membuat pengunjung harus kuat fisik. Pelancong harus melewati jalan berbatu yang belum diaspal. Bebatuan besar memenuhi satu-satunya akses menuju Agrowisata Bontolojong membuat kendaraan pengunjung kadang tak mampu mendaki.


Kondisi tersebut diperparah dengan jurang terjal di samping jalan yang mendaki. Hal ini tentu saja bisa mengancam keselamatan para pegunjung.


Ulla, salah seorang pegunjung mengaku miris melihat kondisi jalan menuju obyek Agrowisata Bontolojong.


"Objek wisatanya sangat mempesona, namun jalannya rusak sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di obyek wisata ini," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Jumat (20/8/2021).


Dia mengaku sudah menjadi korban akses jalan ini. Hal itu terjadi saat ia bersama rekan-rekannya pulang usai mendaki memperingati HUT RI ke-76 di Bontolojong. (Baca juga: Anggaran Rp2 M akan Sulap Destinasi Air Terjun Bissapu Bantaeng)

 


"Saya sendiri sudah menjadi korban kerusakan jalan ini. Saya terjatuh akibat motor yang kukendarai banya terpelesat," jelasnya.


Ia berharap pemerintah terkait segera memperbaiki akses jalan menuju objek wisata ini sebelumnya menimbulkan banyak korban. Keindahan obyek Wisata ini membuat pelancong wisata nekat melewati jalan yang rusak meski membahayakan keselamatannya.


Penulis: Akbar Razak/A