Skip to main content

Kebijakan Penenggelaman Kapal, Wapres JK: Jokowi-Luhut Beda Gaya

Wapres Jusuf Kalla
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Mufidah Jusuf Kalla di Kota Makassar, Kamis (25/5/2017) lalu. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, pernyataan Presiden Joko Widodo soal kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait penenggelaman kapal illegal fishing punya maksud yang sama dengan dirinya dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Pak Jokowi gitu. Jokowi bicara dengan gaya Jokowi, Pak Luhut bicara dengan gaya orang Batak, langsung," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurut Kalla, sejak awal, Presiden, dirinya, dan Luhut mendukung penuh penenggelaman ikan untuk memberikan peringatan kepada para pelaku illegal fishing.

Namun setelah tiga tahun kebijakan itu dilakukan dan dieksekusi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kalla mengatakan pemeritah menilai penenggelaman kapal sudah cukup.

"Dengar kata-kata Pak Jokowi, bahwa penenggelaman kapal memang dibutuhkan, tapi sekarang harus yang difokuskan ialah ekspor," kata dia.

"Artinya, sudah cukup itu penenggelaman. Sama saja ngomongnya sebenarnya (antara Jokowi dan Luhut), cuma gayanya yang berbeda," sambung Kalla.

Sebelumnya, Presiden Jokowi tetap menilai bahwa penenggelaman kapal yang selama tiga tahun terakhir dilakukan untuk kebaikan negara.

Ia menyatakan tetap mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk penegakan hukum.

"Jadi, penenggelaman ini bentuk law enforcement yang kita tunjukkan bahwa kita ini tidak main-main terhadap ilegal fishing, terhadap pencurian ikan. Enggak main-main," kata Presiden Jokowi.

"Oleh karena yang paling serem ditenggelamkan. Yang paling serem itu. Untuk efek jera," tambah dia.