Skip to main content

Kebakaran Gedung Kejagung Diduga Kuat karena Nyala Api Terbuka

Kebakaran Gedung Kejagung Diduga Kuat karena Nyala Api Terbuka
Gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar. (Detikcom)

KABAR.NEWS, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akhirnya mengungkap dugaan penyebab pasti kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi pada 22 Agustus 2020. 


Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan kebakaran yang terjadi di Gedung Utama Kejagung bukan disebabkan karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik, melaunkan diduga kuat berasal dari nyala api terbuka.


"Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber api tersebut bukan karena hubungan arus pendek, namun diduga karena nyala api terbuka (open flame)," ujar Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/9/2020).


Dia mengungkapkan bahwa penyidik menemukan fakta bahwa saat kebakaran terjadi, ada beberapa tukang bangunan di sekitar lantai 6 gedung tersebut yang tengah melakukan renovasi.


Api yang diduga berasal dari ruang rapat biro kepegawaian itu kemudian merembet secara cepat ke lantai-lantai lain sehingga menyebabkan gedung utama markas Korps Adhyaksa itu hangus.


"Kami dapati, fakta ada saksi yang berusaha memadamkan api. Namun karena tidak didukung sarana dan prasarana sehingga api semakin membesar hingga minta bantuan ke pemadam kebakaran," ujar Listyo dilansir dari CNN Indonesia.


Dia mengatakan bahwa api merembet dengan cepat lantaran terdapat banyak akseleran atau zat yang bisa mempercepat proses pembakaran di gedung. Misalnya, cairan pembersih yang mengandung senyawa hidro karbon, serta penyekat ruangan berbahan gypsum, lantai parkit, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.


Dengan adanya barang bukti, saksi, dan kesimpulan awal hasil penyelidikan, Listyo mengatakan bahwa insdiden kebakaran tersebut dapat dikatakan masuk ranah pidana. Penyidik pun telah menaikkan status kasus ini ke penyidikan.


"Maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana," kata mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu.


Dalam perkara ini, penyidik akan menerapkan pasal 187 dan 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kesengajaan memicu kebakaran.


Kebakaran gedung utama Kejagung yang berlangsung beberapa jam, terjadi saat institusi penegak hukum ini sedang menangani perkara kasus korupsi besar.

 

Flower

 

loading...