Kebakaran di Jeneponto, Bayi 8 Bulan Ditemukan Hangus Dipelukan Ayah-Ibu

- Tewaskan satu keluarga

Kebakaran di Jeneponto, Bayi 8 Bulan Ditemukan Hangus Dipelukan Ayah-Ibu
Ketiga korban semasa hidup. (Ist/warga)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Bayi berusia 8 bulan turut menjadi korban meninggal dunia pada kebakaran rumah di Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (27/1/2021) malam WITA.


Bayi itu tersebut bernama King Abdul Soleh. Dia ditemukan tewas terpanggang bersama kedua orang tuanya bernama Yusuf Daeng Tompo dan Armidamayanti Daeng Kebo serta tiga orang lain yang merupakan satu keluarga. 

Rumah panggung berbahan kayu yang dihuni Yusuf bersama keluarganya hangus terbakar pada pukul 23.45 WITA, Selasa malam saat semua penghuni sudah tertidur pulas. 


Saat peristiwa kebakaran terjadi, warga setempat merasa panik dan khawatir sebab 6 korban yang tinggal di rumah itu tak terlihat si jago merah mulai seisi rumah.


Warga menduga bahwa penghuni rumah yang merupakan satu keluarga itu sudah hangus terbakar.


Setelah api padam dan kondisi rumah rata bersama tanah, petugas pemadam kebakaran dibantu warga setempat melakukan pencarian terhadap korban. Satu persatu jenazah mulai ditemukan. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak dapat dikenali.


Beberapa menit kemudian, warga berhasil menemukan sang bayi terpanggang dipelukan sang ayah dan ibu. Kondisinya sudah mengenaskan. Ketiganya di temukan warga di kamar sebelah kiri tepatnya diperkarangan dapur. 


Salah seorang keluarga korban bernama M Iksan (37) mengatakan, bayi yang berusia 8 bulan itu hangus terpanggang. Saat ini, jenazahnya sudah dibawa ke RSUD Jeneponto untuk dilakukan autopsi. 


"Ada enam orang termasuk itu bayi yang 8 bulan," ujarnya saat ditemui KABAR.NEWS di RSUD Jeneponto, Rabu (27/1/2021) dini hari.


Dia menjelaskan, bahwa bayi itu ditemukan hangus terbakar dipelukan sang ayah dan ibunya. "Waktu didapat tiga orang berpelukan," ungkapnya.


Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran yang menewaskan 6 penghuni rumah.



Keluarga Korban Mengamuk


Sejumlah keluarga korban sempat mengamuk karena hingga pukul 01.44 WITA, Rabu dini hari, jenazah yang hangus terbakar tak kunjung dibawa ke rumah sakit. 


Akibatnya, pihak keluarga ingin mengambil paksa jenazah tersebut dari lokasi kebakaran. Enam kantong jenazah itu lambat ditangani karena kurangnya mobil ambulans.


Pantauan KABAR.NEWS, saat itu hanya ada satu mobil ambulans di lokasi kejadian. Salah satu keluarga korban menyesalkan terkait kurangnya mobil ambulans yang berada di lokasi.


"Banyak itu mobil ambulans Jeneponto di mana semua itu. Masa tidak ada sumbangsinya dari anak kesehatan. Kendalanya ini kekurangan mobil ambulans," ujarnya sambil berteriak.


Dia mengatakan, korban berjumlah 6 orang, sedangkan mobil ambulans yang tersedia cuman satu unit. Alhasil, jenazah tersebut tak bisa diangkut. "Masa kasian mau di tumpuk-tumpuk naik ini jenazah," jelasnya. 


Penulis: Akbar Razak/A