Skip to main content

Kawin Lari Jadi Faktor Utama Tingginya Angka Kematian Ibu Melahirkan

Jsk
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis. (KABAR.NEWS/Afriliani)

KABAR.NEWS, Gowa - Salah satu penyebab masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Gowa dikarenakan maraknya kasus kawin lari.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis saat menjadi pateri belum lama ini. 

Umumnya, menurut Muchlis, pasangan yang melakukan kawil lari atau awam disebut silariang, biasanya tidak mau tersentuh medis saat mengalami kehamilan. Hal ini karena besarnya faktor malu bertemu dengan masyarakat luas.

Sehingga jika terjadi kondisi yang membahayakan jiwa calon ibu, tidak diketahui. Hal inilah kata dia, yang harus diminimalisir, utamanya di desa-desa yang telah berdiri kampung KB.

"Angka kematian ibu melahirkan masih cukup tinggi di Gowa. Diharapkan kedepan hal ini bisa di turunkan. Telusuri kalau ada warga silariang utamanya yang ada di Kampung KB," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Muchlis juga berharap, melalui kampung KB yang kini tersebar di 27 desa di Kabupaten Gowa diharapkan mampu meningkatkan derajat ekonomi masyarakat prasejahtera di daerah ini.

Berbagai bantuan bisa diberikan seperti perbaikan rumah tidak layak huni atau bantuan kecukupan pangan. Apalagi banyak program-program dari pusat maupun program lintas SKPD yang bisa disinergikan untuk kemajuan kampung KB.

Dia berharap kesuksesan cerita kampung KB di negara maju seperti Jepang dapat terulang di kampung KB yang ada di Gowa.

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Gowa Sofyan Daud saat ditanya terkait kasus diatas, dirinya mengatakan, permasalah kependudukan mencakup beberapa aspek.

"Diantaranya, jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk, angka kelahiran, angka kematian ibu dan bayi, serta mobilitas penduduk yang terkait dengan sebaran penduduk, urbanisasi, dan transmigrasi," jelasnya, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, data dinas kependudukan tahun 2017 menunjukkan jumlah penduduk di Kabupaten Giwa sebesar 752.886 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 399 jiwa/km2 dan TFR sebesar 2,22.

Ini berarti lanjut Sofyan, berarti rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita yang berstatus kawin atau pernah menikah selama usia reproduksi14-49 tahun sebesar 2 sampai 3 anak.

"Karena itu diperlukan upaya pengendalian penduduk salah satunya kampung KB dimana pengelolaannya melibatkan semua unsur guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," demikian Sofyan.

  • Afrilian Cahaya Putri